Suatu saat ada sahabat yang mengeluh dikarenakan beban hidup yang makin menghimpit. Pengeluaran semakin membengkak seiring kenaikan harga BBM dan nilai tukar uang terhadap barang semakin melemah. Sementara gaji yang diterima setiap bulannya tak kunjung berubah tuk bertambah. Dan tentunya keluhan seperti ini menimpa banyak orang.
Kini bukan lagi saatnya untuk larut dalam keluh kesah dan kegundahan yang ujung-ujungnya bisa saja membawa kita pada keadaan yang malah makin rumit. Saatnya kita berpikir untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Ya, saatnya untuk membaca peluang dan melakukan ikhtiar lain yang kita mampu. Ikhtiar yang tetap berada pada koridor yang tidak salah dalam agama dan hukum negara. Salah satunya adalah berdagang.
Ada seseorang yang berusaha menambah penghasilan tersebut dengan bekerja di tempat lain. Pekerjaan dia sebelumnya adalah di Salon Kecantikan, lalu di luar jam kerja tersebut dia melamar kembali untuk bekerja di sebuah Kafe. Ya memang penghasilannya bertambah, tapi dia tidak bisa menikmati kenyamanan hidup. Waktu isirahat pun tersita dan ini jelas dampaknya merugikan bagi kesehatan. Akhirnya kinerja dia di dua tempat kerjanya itu merosot tajam. Dia pun dipecat di Salon Kecantikan yang gajinya lebih banyak. Kini dia hanya bekerja di Kafe saja dengan penghasilan yang malah lebih sedikit.
Makanya saya lebih menyarankan kepada sahabat saya untuk berdagang. Saya punya rekan kerja yang kini sedang menggeluti usaha mengkreditkan barang. Dia mengkreditkan bed cover dan hand phone pada teman-temannya. Lumayan hasilnya, setidaknya dia kini memiliki penghasilan tambahan di samping gajinya sebagai karyawan. Saya juga memiliki teman yang jualan pulsa elektronik. Dan mereka tak perlu stand by menjaga outlet usahanya itu, karena memang usaha tersebut bisa dilakukan tanpa harus ada outlet dan tidak pula menyita waktu.
Lalu muncul pertanyaan, bagaimana bagi yang belum memiliki modal financial untuk berdagang. Mungkin Sang Khilaf akan bertanya, “apakah Anda tidak pernah memiliki perencanaan untuk masa depan Anda? Apakah Anda tidak pernah menyisihkan pendapatan Anda dalam bentuk tabungan? Apakah Anda tidak menemukan usaha dagang apa yang paling mungkin Anda lakukan dengan modal yan Anda miliki?” Tapi Sang Khilaf mencoba untuk tidak menyampaikan beberapa pertanyaan tersebut.
Begini saja, sekarang Anda coba kenali potensi diri Anda. Cari tahu kemapuan Anda. Dan juallah itu! Tapi dengan catatan bahwa Anda bekerja pada diri Anda. Sehingga Anda mampu mengatur waktu dengan baik.
Contohnya adalah salah satu rekan kerja saya yang saat ini sedang sibuk mengerjakan proyek pementasan kabaret untuk acara Agustusan nanti. Satu proyek saja saya dengar dia bisa kebagian Rp. 500.000,00. Dia telah mengaktualisasikan diri bahwa dia mampu mengerjakannya makanya dia dipercaya.
Nah jadi segera kenali potensi dan kemampuan Anda lalu aktualisasikan dan mulailah berikhtiar!
achoey.wordpress.com


