1.Coelacanth (Ikan Raja Laut)

Ikan Coelacanth atau biasa disebut ikan raja laut memiliki ciri khas ikan-ikan purba, ekornya berbentuk seperti sebuah kipas, matanya yang besar, dan sisiknya yang terlihat tidak sempurna (seperti batu).

Ikan Coelacanth diperkirakan telah punah sekitar 65 juta tahun yang lalu, sampai seorang kurator museum Afrika Selatan menemukan spesimen Ikan Coelacanth pada pukat ikan tahun 1938. Di Bunaken pernah ditemukan seekor coelacanth hidup berenang dengan bebasnya. Ukurannya kira-kira 2/3 tubuh orang dewasa dan tubuhnya berwarna ungu gelap.

 

2. Pinocchio Anole (Kadal Pinokio)

Pinocchio anole (kadal pinokio), Kadal berhidung panjang yang mirip dengan pinokio adalah sejenis kadal purba habitat asli di Ekuador. Pertama kali ditemukan pada tahun 1953, saat ilmuwan berhasil menangkap sembilan spesimen anole jantan. Tapi kemudian selama 40 tahun kadal tersebut sudah tidak ditemukan lagi (dianggap punah) sampai sekelompok pengamat burung melihat kadal yang tampak aneh di dekat kota Mindo (Ekuador).  Beberapa penjelajah dan peneliti pun kerap melakukan ekspedisi untuk mencari keberadaan kadal pinokio tersebut tetapi sangat susah untuk menemukannya karena pada malam hari kadal pinokio tidur di ujung dahan dan warna kulit akan berubah menjadi warna pucat sehingga pada saat terkena sorotan cahaya dari para peneliti kadal tersebut tidak terlihat.

 

3.  Thylacine (Harimau Tasmania)

Thylacine atau bisasa disebut Harimau Tasmania adalah salah satu  marsupial karnivora masa modern terbesar yang pernah diketahui. Binatang ini berasal dari Australia dan pulau Papua dan dinyatakan punah pada abad ke-20. Binatang ini disebut Harimau Tasmania karena punggungnya yang bercorak belang, namun ada juga yang menyebutnya Serigala Tasmania,. Binatang ini adalah spesies terakhir dari genusnya, Thylacinus. Sebagaian besar spesiesnya ditemukan dalam bentuk fosil yang berasal dari awal zaman Miosen.

Harimau tasmania punah di daratan Australia ribuan tahun sebelum kedatangan bangsa Eropa di Australia, namun berhasil bertahan di pulau Tasmania bersama dengan sejumlah spesies endemik lainnya, termasuk setan Tasmania. Selain akibat perburuan berhadiah yang berlebihan, kepunahan hewan ini mungkin juga disebabkan oleh serangan penyakit, anjing, dan gangguan manusia terhadap habitatnya. Meskipun secara resmi dianggap telah punah, laporan tentang terlihatnya hewan ini masih ada.

 

4. Laotian Rock Rat (Tikus Batu Laos)

Tikus batu laos ini pada awalnya diburu untuk diperdagangkan dagingnya di pasar Thakhek, Khammouan, di Laos pada tahun 1996. Pada awalnya masyarakat menganggapnya hewan biasa saja atau tidak ada yang special dari hewan ini. Hewan ini dianggap sama saja dengan hewan pengerat lainnya seperti tikus tanah, bajing, dan lainya. Kemudian pada tahun 2006, para peneliti dari Amerika dan Eropa melakukan penelitian dan hasilnya adalah Tikus Batu Laos ini termasuk dalam keluarga fosil purba yang diperkirakan telah punah 11 juta tahun lalu.

 

5. Cuban Solenodon

Cuban Solenodon  adalah jenis makhluk yang air liurnya sangat berbisa. Para peneliti hanya berhasil menangkap sejumlah 37 spesimen sejak ditemukannya pada tahun 1861. Seperti yang kalian duga, sesuai namanya hewan pengerat ini asli Kuba. Pada tahun 1970 para peneliti menduga hewan penggali nokturnal ini telah punah karena tidak pernah ditemukan lagi dalam kurun waktu 80 tahun. Asumsinya terlalu dini karena tiga spesimen ditangkap dari tahun 1973-74. Penemuan terakhir adalah pada tahun 2003 ketika seseorang petani bernama Alejandrito menangkap hewan tersebut di hutan Kuba.

Sumber : Google

 

Demikian Informasi Hewan yang dianggap punah. Baca juga artikel-artikel keren lainya hanya di tipsoke.com

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh