<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TipsOke.Com &#187; Motivasi</title>
	<atom:link href="http://tipsoke.com/category/motivasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tipsoke.com</link>
	<description>Kumpulan Tips Pilihan Untuk Anda</description>
	<lastBuildDate>Mon, 21 May 2012 07:25:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Cara Efektif Memajukan Bisnis Anda</title>
		<link>http://tipsoke.com/cara-efektif-memajukan-bisnis-anda.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/cara-efektif-memajukan-bisnis-anda.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 06:59:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=1551</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pengusaha bisa dikatakan sukses apabila mereka tidak hanya berhasil merintis sebuah usaha, namun juga berhasil memajukan bisnisnya di tengah gempuran pasar yang semakin hari semakin padat. Ramainya persaingan pasar dan munculnya beragam jenis peluang usaha, menuntut para pengusaha untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi bisnis. Hal ini sangatlah penting, mengingat belakangan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang pengusaha bisa dikatakan sukses apabila mereka tidak hanya berhasil merintis sebuah usaha, namun juga berhasil memajukan bisnisnya di tengah gempuran pasar yang semakin hari semakin padat.</p>
<p>Ramainya persaingan pasar dan munculnya beragam jenis peluang usaha, menuntut para pengusaha untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun strategi bisnis. Hal ini sangatlah penting, mengingat belakangan ini banyak para pemula yang berhasil merintis usaha namun belum tentu berhasil mempertahankan kerajaan bisnisnya.</p>
<p>Karena itu, untuk menghindari kemungkinan buruk seperti di atas. Pada kesempatan kali ini akan kami informasikan 4 cara efektif memajukan bisnis yang bisa dipraktekan para pemula.</p>
<p>Pertama, terus berinovasi mengembangkan produk unggulan. Sebagai seorang pelaku usaha, pastikan diri Anda tidak pernah lelah untuk selalu berkreasi dan berimajinasi menciptakan sebuah inovasi baru. Baik itu menawarkan sebuah produk baru maupun memberikan nilai tambah pada produk lama, sehingga bisnis yang Anda jalankan tidak pernah ditinggalkan para konsumen. Contohnya saja seperti kesuksesan Unilever yang memproduksi berbagai macam keperluan masyarakat sehari-hari seperti misalnya sabun, deterjen, margarin, minyak sayur, makanan dan minuman, produk kosmetik, serta produk rumah tangga lainnya yang sekarang ini merek dagangnya cukup mendominasi pasar nasional maupun pasar internasional. Sebut saja seperti deterjen Rinso dan Surf, sampho Sunsilk, Dove, dan Clear, minuman Buavita, snack ringan seperti Taro, sabun mandi seperti Lux dan Lifebouy, pasta gigi seperti Pepsodent dan Close Up, serta masih banyak lagi inovasi produk lainnya yang sengaja diciptakan pihak Unilever untuk memanjakan para konsumennya.</p>
<p>Kedua, melakukan eksplorasi pasar. Selain mengembangkan inovasi produk, strategi lain yang bisa Anda gunakan yaitu mengeksplorasi pasar dengan mengoptimalkan produk yang sudah ada. Dalam hal ini Anda bisa menarik banyak pelanggan dengan membidik pasar baru, atau bisa juga melalukan reposisi brand untuk menarik minat para konsumen. Strategi bisnis seperti ini pernah dilakukan produk shampo Pantene yang dengan sengaja menurunkan harga jualnya serta menciptakan varian aroma baru untuk menghadapi ketatnya persaingan pasar, dimana para kompetitor lain mulai menawarkan produk shampo dengan kualitas sebanding namun dengan harga jual yang lebih terjangkau.</p>
<p>Ketiga, hadapi persaingan dan jadilah penyerang. Karakter pemberani tentunya wajib Anda miliki dalam menjalankan sebuah usaha. Tidak hanya diri Anda saja yang dituntut selalu berani, namun perusahaan yang Anda pimpin juga harus berani menghadapi persaingan pasar dan menjadi penyerang bagi para kompetitor lainnya. Strategi ini bisa Anda jalankan dengan menyelenggarakan kegiatan promosi besar-besaran, misalnya saja dengan mengadakan kupon berhadiah bagi para konsumen Anda, menekan harga serendah-rendahnya untuk menjangkau semua kalangan, atau bisa juga menawarkan program menarik lainnya seperti beli 3 gratis 1 untuk membangun loyalitas pelanggan Anda.</p>
<p>Keempat, lebarkan sayap bisnis Anda dengan melakukan diversifikasi. Ketika kerajaan bisnis Anda mulai berdiri dengan kokoh, tidak ada salahnya bila Anda memperluas kejayaan bisnis tersebut dengan membangun lini baru yang bisa mengurangi resiko kerugian bisnis Anda dan meningkatkan aset kekayaan yang telah dimiliki. Contohnya saja seperti kesuksesan Chairul Tanjung yang berhasil mengembangkan Para Group menjadi beberapa lini usaha yang cukup kuat, sebut saja seperti Bank Mega, Trans TV, Trans7, serta sebuah wahana hiburan yang cukup fenomenal di Indonesia yakni Trans Studio yang sekarang ini telah berdiri di kota Makassar dan juga Bandung.</p>
<p>Dengan menerapkan beberapa tips bisnis yang telah kita bahas bersama, diharapkan para pemula bisa mempertahankan bisnisnya di tengah gempuran pasar yang semakin pesat dan berhasil meraih puncak kesuksesan seperti apa yang mereka impikan. Semoga informasi cara efektif memajukan bisnis anda, bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan memotivasi seluruh masyarakat di Indonesia untuk segera terjun di dunia usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.</p>
<p>Sumber: bisnisukm.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/cara-efektif-memajukan-bisnis-anda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah Kakek Penjual Amplop</title>
		<link>http://tipsoke.com/kisah-kakek-penjual-amplop.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/kisah-kakek-penjual-amplop.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 07:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=1484</guid>
		<description><![CDATA[Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah “Kakek Penjual Amplop di ITB”.</p>
<p>Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.</p>
<p>Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.</p>
<p>Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat Kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu Kakek itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri Kakek tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi Kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.</p>
<p>Kakek itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.</p>
<p>Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Kakek cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si Kakek tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, Kakek tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.</p>
<p>Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat Kakek tua itu untuk membeli makan siang. Si Kakek tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “Kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.</p>
<p>Si Kakek tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.</p>
<p>Dalam pandangan saya Kakek tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si Kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.</p>
<p>Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si Kakek tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si Kakek tua.</p>
<p>Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si Kakek tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.</p>
<p>Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata. Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Allah akan membalas setiap sedekah kita, amiin.</p>
<p>Sumber: iphincow.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/kisah-kakek-penjual-amplop.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pekerjaan Impian dan Idaman</title>
		<link>http://tipsoke.com/pekerjaan-impian-dan-idaman-2.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/pekerjaan-impian-dan-idaman-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 May 2012 06:40:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=1409</guid>
		<description><![CDATA[Apa cita-citamu? Coba ingat ingat kembali, apakah anda pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu waktu masih kecil. Saya yakin sebagian besar dari kita pasti pernah.dan saat ini anda mungkin juga menanyakan pertanyaan yang sama pada anak anak, termasuk juga anak kita sendiri. Entah mengapa, sejak sayakecil hingga sekarang ada semacam jawaban “klise” dari anak – anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa cita-citamu? Coba ingat ingat kembali, apakah anda pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu waktu masih kecil. Saya yakin sebagian besar dari kita pasti pernah.dan saat ini anda mungkin juga menanyakan pertanyaan yang sama pada anak anak, termasuk juga anak kita sendiri. Entah mengapa, sejak sayakecil hingga sekarang ada semacam jawaban “klise” dari anak – anak yaitu mereka akan menyebut profesi sebagai catur, insyiniur, pilot astronot, guru, polisi, atau juga mau jadi peresiden atau menteri. Itulah anak-anak Indonesia. Kebanyakan orang tua akan merasa tentang jasa jika mereka menjawab demikian. Tapi bagaimana jika anak menjawab bahwa cita-citanya adalah menjadi software developer, qualyti control produk game, ahli sejarah, ahli kuliner, konsultan, multimedia artist, travel writer, atau bahkan pns? Mungkin anda akan langsung mengernyitkan dahi mendengarnya.<br />
Padahal asal kita tahu, jenis- jenis pekerjaan di atas adalah beberapa jenis pekerjaan idaman tahun ini termasuk jadi seorang pns, yang masih idaman masyarakat Indonesia dadri dulu. Ketika tampil di salah satu tv swasta, Rene Suhardono, penulis buku “ you job is not your career” juga mengatakan satu fakta yang lebih menarik, yaitu bahwa 6 dadri 10 pekerjaan di tahun 2010 ini belum ada di tahun 20047.<br />
Dalam terjemahan Firman Allah yang hidup di amsal 22:6 berbunyi: “ Ajarilah seorang anak untuk memilih jalan yang benar” perhatikankata “memilih” disana. Tugas kita sebagai orang tua adalah mengajarkan anak kita dapat memilih. Seunik apapun pekerjaan atau talenta yang mereka miliki itu adalah anugerah Tuhan. Asal apa yang mereka lakukan tetap di jalan yang benar, jangan sampai hanya demi gengsi atau ambisi pribadi kita. Kita lantas mematikan potensi anak kita. Hal ini juga berlaku untuk diri kita sendiri. Mungkin profesi yang sesuai dengan talenta anda bukan profesi yang sesuai dengan talenta anda bukan profesi yang dianggap bergengsi di mata masyarakat. Tapi percayalah bahwa saat anda punya pekerjaan yang dianggapbergengsi di mata masyarakat .tapi percayalah bahwa saat anda punya pekerjaan ang anda citai dan sesuai dengan panggilan diri, kita sudah menemukan pekerjaan impian kita.</p>
<p>Sumber: <strong>tipsmotivasi</strong>hidup.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/pekerjaan-impian-dan-idaman-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Orang Baik dan Orang Pintar</title>
		<link>http://tipsoke.com/orang-baik-dan-orang-pintar.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/orang-baik-dan-orang-pintar.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 08:06:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=1327</guid>
		<description><![CDATA[Teman teman, perjalanan hidup ini, di dunia ini tidak lepas dari orang baik dan orang pintar. keduanya sangatlah berbeda kalau di lihat dari sebutan namun sebetulnya kedua hal ini sangatlah sulit di bedakan dengan kasat mata namun hanya dengan hatilah kita bisa membedakan kedua hal tersebut. Di dunia ini mudah sekali kita menemukan orang pintar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teman teman, perjalanan hidup ini, di dunia ini tidak lepas dari orang baik dan orang pintar. keduanya sangatlah berbeda kalau di lihat dari sebutan namun sebetulnya kedua hal ini sangatlah sulit di bedakan dengan kasat mata namun hanya dengan hatilah kita bisa membedakan kedua hal tersebut.</p>
<p>Di dunia ini mudah sekali kita menemukan orang pintar namun sulit untuk menemukan orang baik karena kebaikan seseorang hanya bisa di rasakan dan kepintaran bisa ada di mana saja.</p>
<p>Orang pintar belum tentu baik dan orang baik kebanyakan pintar. sebut saja Dahlan Iskan menteri BUMN beliau orang baik dan sudah tentu orang pintar, kebaikan beliau sungguh nyata bisa di rasakan oleh masyarakat…</p>
<p>seandainya negara ini penuh dengan orang orang seperti beliau…mungkin sudah seperti ini catatan dari Tuhan.</p>
<p>teman teman, tulisan ini saya ingin mengajak semua pembaca Resensinet untuk selalu berbuat baik dan jangan henti hentinya melakukan kebaikan untuk siapapun kapanpun dan di manapun..</p>
<p>Sumber: www.resensi.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/orang-baik-dan-orang-pintar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Anda Menyelesaikan Masalah?</title>
		<link>http://tipsoke.com/cara-anda-menyelesaikan-masalah.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/cara-anda-menyelesaikan-masalah.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2012 05:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=1253</guid>
		<description><![CDATA[Al Falaq Arsendatama bekerja sebagai personal &#38; executive coach yang membantu individu dan korporasi untuk memberdayakan potensi &#38; kekuatan yang dimilikinya sebagai tool dalam pencapaian tujuan. Dua pendekatan dalam melihat suatu masalah Dalam pengalaman saya bekerja dan berinteraksi dengan banyak orang, saya amati ada dua tipe orang dalam menghadapi masalah atau problem, baik di pekerjaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Al Falaq Arsendatama bekerja sebagai personal &amp; executive coach yang membantu individu dan korporasi untuk memberdayakan potensi &amp; kekuatan yang dimilikinya sebagai tool dalam pencapaian tujuan.</p>
<p>Dua pendekatan dalam melihat suatu masalah<br />
Dalam pengalaman saya bekerja dan berinteraksi dengan banyak orang, saya amati ada dua tipe orang dalam menghadapi masalah atau problem, baik di pekerjaan maupun kehidupan sosial. Dua tipe ini adalah reactive (bereaksi begitu masalah datang) dan receptive (mau menerima masalah).</p>
<p>Pendekatan Reactive</p>
<p>Mereka yang reactive biasanya melihat suatu masalah sebagai ancaman. Entah ancaman terhadap karirnya, bisnisnya, keluarganya, dan sebagainya. Dalam kelompok ini Anda mencari solusi terhadap masalah dengan menggunakan pendekatan logis dan tradisional. Ciri-cirinya:<br />
Begitu masalah datang Anda cenderung segera mencari cara apapun untuk mengatasinya.<br />
Masalah dilihat sebagai faktor penghambat perkembangan diri.<br />
Anda akan segera menyusun strategi untuk menghadapi masalah<br />
Karena masalah dilihat sebagai ancaman, dia akan mendominasi pikiran dan cenderung menyebabkan kecemasan dan stress.<br />
Apabila Anda bekerja di perusahaan, barangkali Anda pernah diminta untuk memimpin suatu proyek dimana Anda bertanggung jawab untuk mencapai target tertentu. Disini Anda dihadapkan dengan situasi yang membutuhkan analisa, justifikasi, dan pemikiran logis dalan menghadapi tantangan atau masalah yang muncul. Anda akan berada dalam kondisi tertekan untuk memenuhi deadline. Bisa ditebak, Anda akan cenderung menggunakan pendekatan reaktif dalam menyelesaikan persoalan.</p>
<p>Pendekatan Receptive</p>
<p>Pendekatan ini biasanya dipraktekkan oleh mereka yang sudah menyadari bahwa masalah bukanlah ancaman tetapi justru konsekuensi yang timbul dari suatu kondisi yang kita ciptakan. Oleh karena itu kita mempunyai kekuatan untuk mengubah kondisi tersebut dari dalam diri sendiri. Anda mau menerima masalah dan pada saat yang sama membuat solusinya.Ciri-cirinya:</p>
<p>Ketika masalah datang, Anda mengenalinya dan menggunakan pendekatan:<br />
Masalah merupakan kebalikan dari solusi. Ketika masalah muncul, Anda percaya saat itu juga bahwa solusinya sudah ada.<br />
Anda fokus kepada solusi dari persoalan yang timbul, bukan pada penyebab dari masalah itu. Dengan demikian Anda mengambil alih kontrol dari dalam diri Anda sendiri, bukannya dikendalikan oleh keadaan di luar.<br />
Masalah merupakan kesempatan untuk pengembangan diri. Anda melihatnya sebagai peluang untuk meciptakan realitas positif dalam hidup Anda.<br />
Mau menerima masalah bukan berarti berdiam diri. Anda tidak ”kebakaran jenggot” tetapi mengenali masalah itu dengan tenang dan membuat diri Anda responsif terhadap semua yang Anda perlukan untuk mengundang solusi.</p>
<p>Contoh yang paling sederhana adalah ketika pasangan yang Anda cintai (misalnya istri, suami, atau pacar) sedang ngambek karena masalah sepele. Dengan pendekatan reactive, Anda hanya akan memperburuk keadaan dengan bertanya-tanya kenapa dia harus ngambek, menganalisa penyebabnya dan merasa kondisi ini akan mengancam keharmonisan hubungan Anda dengannya. Bukannya solusi yang didapat tetapi justru kecemasan dan kekhawatiran.</p>
<p>Dengan pendekatan receptive, Anda menerima dan menyadari bahwa pasangan Anda sedang marah. Anda fokuskan energi Anda untuk menciptakan kasih sayang yang pada dasarnya merupakan lawan dari kemarahan. Anda tidak larut terbawa suasana – mencoba mencari jawaban dari analisa kenapa dia jadi marah – tetapi mengambil alih kendali dari dalam diri sendiri, tetap berpikir tenang, dan menunjukan sikap positif dalam perilaku Anda. Anda akan rasakan bahwa berada dalam situasi ini justru membuat diri Anda berkembang. Anda membuat kualitas positif dari diri Anda muncul ke permukaan dan sudah menjadi hukum alam dengan bersikap seperti ini pasangan Anda niscaya akan berubah dari marah menjadi cinta.</p>
<p>Pendekatan receptive ini bisa Anda praktekkan di kehidupan bisnis, rumah tangga, dan sosial. Intinya Anda membangun keyakinan bahwa masalah tidaklah nyata sehingga Anda tidak merasa terbebani. Latih diri Anda untuk tidak reaktif ketika suatu masalah muncul. Fokuskan diri Anda pada lawan dari masalah, yaitu solusi, untuk menemukan kendali dan bukannya larut dalam masalah itu.</p>
<p>Sumber: www.pengembangan<strong>diri</strong>.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/cara-anda-menyelesaikan-masalah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Motivasi : Arti Sebuah Waktu</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-motivasi-arti-sebuah-waktu.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-motivasi-arti-sebuah-waktu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Apr 2012 04:17:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=1163</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah desa terpencil, dia ingin pergi kerja ke kota agar dia bisa mengoprasi wajahnya. Kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk kerja di kota kepada kedua orang tuanya, tapi keinginannya tersebut di tolak oleh kedua orang tuanya. Mendengar kata kedua orang tuanya yang menolak keinginannya dia pun menangis, tapi tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah desa terpencil, dia ingin pergi kerja ke kota agar dia bisa mengoprasi wajahnya. Kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk kerja di kota kepada kedua orang tuanya, tapi keinginannya tersebut di tolak oleh kedua orang tuanya. Mendengar kata kedua orang tuanya yang menolak keinginannya dia pun menangis, tapi tak berapa lama kemudian ibunya datang menghampiri dia. Dan tiba-tiba ibunya bilang “Kamu boleh pergi ke kota nak”.</p>
<p>Mendengar perkataan ibunya dia pun tersenyum. Dan pagi harinya dia bersiap-siap untuk pergi ke kota. Di tengah perjalanan yang lama dan melelahkan dia istirahat di sebuah rumah, dan dia pun membayangkan, ” andai ku bisa membangun rumah mewah dan dapat mengoprasi wajah ku yang biasa menjadi luar biasa ini.” Tiba-tiba di tengah-tengah lamunannya datang seorang nenek tua menghampirinya, dan bertanya “kenapa nak kamu tersenyum sendiri?”<br />
“Saya sedang membayangkan andaikan saja ku bisa sukses di kota dan dapat mengoprasi wajahku ini”, kata dia. Dan nenek itu mengeluarkan jam kecil dari kantongnya, kemudian nenek itu berkata “Kamu tinggal putar jam itu sesuai dengan putaran jarum jam, bila kamu ingin segera meraih cita-citamu”.<br />
“Baik nek”, kata wanita tadi.<br />
Kemudian tak berapa lama dia memutar jam tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan nenek tadi. Dan tiba-tiba dia bisa bekerja di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. Tapi dia tak puas dengan lamanya waktu yang di perlukan agar bisa mengoprasi wajahnya.</p>
<p>Kemudian dia kembali memutar jam tersebut, dan wajahnya pun menjadi cantik. Lagi-lagi dia kurang puas dengan wajahnya, dan kembali dia memutar jam kecil pemberian nenek-nenek yang pernah dia temui sekali lagi. Tapi setelah memutar jamnya dia mendapati wajahnya yang semula cantik jelita menjadi tua dan keriput. Dan dia menyesal dengan keadaan dia sekarang. Kemudian dia kembali menemui nenek-nenek yang memberi dia jam di tempat di mana dia bertemu. Tapi dia tak melihat nenek tersebut karena nenek itu telah lama meninggal. Dia pun hanya bisa menyesal dan menangisi nasibnya.</p>
<p>Teman-teman ku apa pesan yang dapat kita ambil dari kejadian wanita tadi?</p>
<p>Jadilah diri sendiri karena hanya dengan menjadi diri sendiri kita akan menjadi pribadi yang hidup dengan penuh rasa bahagia, damai, dan mulia.<br />
Raihlah cita-cita dengan penuh pengorbanan, kegigihan, dan kedisiplinan waktu untuk belajar.<br />
Kesuksesan bukan datang dari nasib dan keberuntungan, tapi datang dari kerja keras, ketidak putus asaan dan keyakinan.<br />
Semoga bermanfaat.</p>
<p>Sumber: www.resensi.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-motivasi-arti-sebuah-waktu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pekerjaan Impian dan Idaman</title>
		<link>http://tipsoke.com/pekerjaan-impian-dan-idaman.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/pekerjaan-impian-dan-idaman.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Mar 2012 14:40:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=1046</guid>
		<description><![CDATA[Apa cita-citamu? Coba ingat ingat kembali, apakah anda pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu waktu masih kecil. Saya yakin sebagian besar dari kita pasti pernah.dan saat ini anda mungkin juga menanyakan pertanyaan yang sama pada anak anak, termasuk juga anak kita sendiri. Entah mengapa, sejak sayakecil hingga sekarang ada semacam jawaban “klise” dari anak – anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa cita-citamu? Coba ingat ingat kembali, apakah anda pernah mendapatkan pertanyaan seperti itu waktu masih kecil. Saya yakin sebagian besar dari kita pasti pernah.dan saat ini anda mungkin juga menanyakan pertanyaan yang sama pada anak anak, termasuk juga anak kita sendiri. Entah mengapa, sejak sayakecil hingga sekarang ada semacam jawaban “klise” dari anak – anak yaitu mereka akan menyebut profesi sebagai catur, insyiniur, pilot astronot, guru, polisi, atau juga mau jadi peresiden atau menteri. Itulah anak-anak Indonesia. Kebanyakan orang tua akan merasa tentang jasa jika mereka menjawab demikian. Tapi bagaimana jika anak menjawab bahwa cita-citanya adalah menjadi software developer, qualyti control produk game, ahli sejarah, ahli kuliner, konsultan, multimedia artist, travel writer, atau bahkan pns? Mungkin anda akan langsung mengernyitkan dahi mendengarnya.<br />
Padahal asal kita tahu, jenis- jenis pekerjaan di atas adalah beberapa jenis pekerjaan idaman tahun ini termasuk jadi seorang pns, yang masih idaman masyarakat Indonesia dadri dulu. Ketika tampil di salah satu tv swasta, Rene Suhardono, penulis buku “ you job is not your career” juga mengatakan satu fakta yang lebih menarik, yaitu bahwa 6 dadri 10 pekerjaan di tahun 2010 ini belum ada di tahun 2047.<br />
Dalam terjemahan Firman Allah yang hidup di amsal 22:6 berbunyi: “ Ajarilah seorang anak untuk memilih jalan yang benar” perhatikankata “memilih” disana. Tugas kita sebagai orang tua adalah mengajarkan anak kita dapat memilih. Seunik apapun pekerjaan atau talenta yang mereka miliki itu adalah anugerah Tuhan. Asal apa yang mereka lakukan tetap di jalan yang benar, jangan sampai hanya demi gengsi atau ambisi pribadi kita. Kita lantas mematikan potensi anak kita. Hal ini juga berlaku untuk diri kita sendiri. Mungkin profesi yang sesuai dengan talenta anda bukan profesi yang sesuai dengan talenta anda bukan profesi yang dianggap bergengsi di mata masyarakat. Tapi percayalah bahwa saat anda punya pekerjaan yang dianggapbergengsi di mata masyarakat .tapi percayalah bahwa saat anda punya pekerjaan ang anda citai dan sesuai dengan panggilan diri, kita sudah menemukan pekerjaan impian kita.</p>
<p>Sumber: <strong>tipsmotivasi</strong>hidup.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/pekerjaan-impian-dan-idaman.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Sebuah Waktu</title>
		<link>http://tipsoke.com/arti-sebuah-waktu.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/arti-sebuah-waktu.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Mar 2012 13:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=967</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah desa terpencil, dia ingin pergi kerja ke kota agar dia bisa mengoprasi wajahnya. Kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk kerja di kota kepada kedua orang tuanya, tapi keinginannya tersebut di tolak oleh kedua orang tuanya. Mendengar kata kedua orang tuanya yang menolak keinginannya dia pun menangis, tapi tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alkisah ada seorang wanita yang hidup di sebuah desa terpencil, dia ingin pergi kerja ke kota agar dia bisa mengoprasi wajahnya. Kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk kerja di kota kepada kedua orang tuanya, tapi keinginannya tersebut di tolak oleh kedua orang tuanya. Mendengar kata kedua orang tuanya yang menolak keinginannya dia pun menangis, tapi tak berapa lama kemudian ibunya datang menghampiri dia. Dan tiba-tiba ibunya bilang “Kamu boleh pergi ke kota nak”.</p>
<p>Mendengar perkataan ibunya dia pun tersenyum. Dan pagi harinya dia bersiap-siap untuk pergi ke kota. Di tengah perjalanan yang lama dan melelahkan dia istirahat di sebuah rumah, dan dia pun membayangkan, ” andai ku bisa membangun rumah mewah dan dapat mengoprasi wajah ku yang biasa menjadi luar biasa ini.” Tiba-tiba di tengah-tengah lamunannya datang seorang nenek tua menghampirinya, dan bertanya “kenapa nak kamu tersenyum sendiri?”<br />
“Saya sedang membayangkan andaikan saja ku bisa sukses di kota dan dapat mengoprasi wajahku ini”, kata dia. Dan nenek itu mengeluarkan jam kecil dari kantongnya, kemudian nenek itu berkata “Kamu tinggal putar jam itu sesuai dengan putaran jarum jam, bila kamu ingin segera meraih cita-citamu”.<br />
“Baik nek”, kata wanita tadi.<br />
Kemudian tak berapa lama dia memutar jam tersebut sesuai dengan apa yang dikatakan nenek tadi. Dan tiba-tiba dia bisa bekerja di sebuah perusahaan ternama di Jakarta. Tapi dia tak puas dengan lamanya waktu yang di perlukan agar bisa mengoprasi wajahnya.</p>
<p>Kemudian dia kembali memutar jam tersebut, dan wajahnya pun menjadi cantik. Lagi-lagi dia kurang puas dengan wajahnya, dan kembali dia memutar jam kecil pemberian nenek-nenek yang pernah dia temui sekali lagi. Tapi setelah memutar jamnya dia mendapati wajahnya yang semula cantik jelita menjadi tua dan keriput. Dan dia menyesal dengan keadaan dia sekarang. Kemudian dia kembali menemui nenek-nenek yang memberi dia jam di tempat di mana dia bertemu. Tapi dia tak melihat nenek tersebut karena nenek itu telah lama meninggal. Dia pun hanya bisa menyesal dan menangisi nasibnya.</p>
<p>Teman-teman ku apa pesan yang dapat kita ambil dari kejadian wanita tadi?</p>
<p>Jadilah diri sendiri karena hanya dengan menjadi diri sendiri kita akan menjadi pribadi yang hidup dengan penuh rasa bahagia, damai, dan mulia.<br />
Raihlah cita-cita dengan penuh pengorbanan, kegigihan, dan kedisiplinan waktu untuk belajar.<br />
Kesuksesan bukan datang dari nasib dan keberuntungan, tapi datang dari kerja keras, ketidak putus asaan dan keyakinan.<br />
Semoga bermanfaat</p>
<p>Sumber: www.resensi.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/arti-sebuah-waktu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BELAJAR DARI PEMULUNG</title>
		<link>http://tipsoke.com/belajar-dari-pemulung.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/belajar-dari-pemulung.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Mar 2012 14:04:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=957</guid>
		<description><![CDATA[Di negara kita, mereka ada dimana-mana, baik dewasa atau anak-anak. keberadaan mereka bagai pisau bermata dua. Di satu sisi, para pemulung turut memberi andil dalam menjaga dan membersikan kta dengan memungut sampah dan barang bekas. tapi di satu sisi juga sering di anggap mengganggu pemandangan. pemulung mengambil berbagaibarang bekas dari mana saja, jalan, temat sampah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di negara kita, mereka ada dimana-mana, baik dewasa atau anak-anak. keberadaan mereka bagai pisau bermata dua. Di satu sisi, para pemulung turut memberi andil dalam menjaga dan membersikan kta dengan memungut sampah dan barang bekas. tapi di satu sisi juga sering di anggap mengganggu pemandangan. pemulung mengambil berbagaibarang bekas dari mana saja, jalan, temat sampah, pekarangan, pasar termina, dll. itu sebabnya pekerjaan mereka kadang masih di padipandan negatif, jorok,dll.</p>
<p>Padahal, tentu saja pemulung tidak mengqambil semua sampah. yang mereka ambil hanyalah sampah-sampahtertentu yang bisa didaur ulang. Dari sisi, ada satu renungan yang bisa menjadi pelajaran penting buat kita. samapah bisa diibaratkan masa lalu.Entah itu hal-hal ang baik maupun yang buruk, kita semua punya masa lalu. namun belajar dari pemulung. marilah kita mengambil hal-hal yang baik dari masa lalu kita yang bisa kita pelajari sehingga memuat masa depan kita menjadi lebih baik. jangan mengambil (mengingat) semua sampah masa lalu dalam berjalan menuju masa depan. apalagi kalau hal itu sampai menimbulkan trauma hingga membuat anda menjadi orang ang mudah menyerah pada nasib dan pesimis .</p>
<p>Mungkin masa lalu yang buruk itu adalah berupa pengalaman pahit. dosa, dan kesalahan yang pernah dilakukan., atau kegagalan yang pernah dialami di masa itu. namun, ketika seseorang terus menerus dihantui rasa takut, sering itu justru tidak bisa melakukan perbaikan atas masa lalu itu. ingatlah bahwa Allah menciptakan kita bukan untuk masa lalu tetapi untuk masa depan. Itu sebabnya jangan ijinkan pengalaman, kejadian atau kegagalan di masa lalu mematahkan semangat kita untuk meraih masa depan. sebaliknya, jauh lebih penting untuk kita dapat belajar dari setiap pengalaman, kejadian dan keggalan itu agar kita tidak mengulang kesalahan dan kegagalan yang sama di masa depan. ya, orang bijak adalah orang yang dapat belajar dari pengalamannya. bagaimana dengan anda?</p>
<p>Sumber: <strong>tipsmotivasi</strong>hidup.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/belajar-dari-pemulung.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangat dan Teruslah Meraih Mimpi Kita</title>
		<link>http://tipsoke.com/semangat-dan-teruslah-meraih-mimpi-kita.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/semangat-dan-teruslah-meraih-mimpi-kita.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2012 14:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=910</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 2011 tinggal menghitung bulan atau kira2 tersisa 2 bulan lagi akan kita lewatkan menuju tahun baru yaitu tahun 2012,semoga apa yang sudah kita raih di tahun 2011 ini tetap kita syukuri walaupun kita belum bisa mengujudkan mimpi &#8211; mimpi kita di tahun ini, walaupun hanya impian kita yang sederhana itu tidak jadi masalah, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2011 tinggal menghitung bulan atau kira2 tersisa 2 bulan lagi akan kita lewatkan menuju tahun baru yaitu tahun 2012,semoga apa yang sudah kita raih di tahun 2011 ini tetap kita syukuri walaupun kita belum bisa mengujudkan mimpi &#8211; mimpi kita di tahun ini, walaupun hanya impian kita yang sederhana itu tidak jadi masalah, yang terpenting kita tetap berusaha maju meraih dalam hiudup kita, selama kita punya semangat dan kita selalu action semuanya akan mungkin kita raih dalam hidup kita.</p>
<p>Sebelum kita mengakhiri tahun ini kita coba buka kembali setiap cacatan kita tentang apa yang kita tuliskan dan yang menjadi target kita di tahun ini, mana mana saja yang sudah kita raih dan beri cek list, dan yang masih belum bisa kita raih kita review kembali apa itu memang benar benar menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kita raih dalam hidup kita,dan bila itu suatu keharusan bagi kita mari kita bahwa kembali ke cacatan tahun 2012 untuk kita raih kembali.</p>
<p>Semoga para saudara ku tercinta semuanya kita semua diberi kesehatan oleh sang maha kuasa untuk menjalani akhir tahun ini dan juga untuk melewatkan ke tahun yang baru nantinya, semoga kita semua selalu berusaha mendekatkan diri padanya karena semuanya berasal dari dia dan semuan;ya akan kembali padanya jadi kita sepantasnya harus bersandar dan memohon kekuatan padanya.</p>
<p>Untuk membangun semangat kita dalam meraih setiap impian kita di tahun 2012 kita perlu tetap memelihara dalam hati sanubari kita jiwa pemberani, membangun keyakinan, membangun afirmasi, dan serta doa, jangan niatkan dalam hati kata menyerah,tetapi buatlah tetap motivasi bagi dirimu {kata orang semuan;ya mungkin bagi orang yang yang percaya mereka bisa&#8221; jangan pernah lupa tulis semua apa yang menjadi impian kita di tahun 2012 ini,supaya ada peta kita untuk selalu bisa kita kita lihat agar tdk han;ya ada dalam pikiran kita, mungkin ketika kita mulai merasa mulai berputus asa kita kembali buka dan mudah mudahan sprit kita kembali bangkit dan saya rasa itu sangat membantu buat kita yang mau berusaha memperbaiki kehidupannya.</p>
<p>Kita perlu merenungkan kembali hidup kita, kita harus menyadari hidup kita ini mau kita isi dengan apa&#8230;? semuanya perlu kita renungkan dalam hati kita yang paling jujur, di saat kesempatan masih ada janganlah kita sia-siakan semuanya untuk hal yang tidak terlalu perlu dalam hidup ini, tetapi kita isilah dengan mimpi mimpi kita semua hari hari kita, dan percayalah bila kita bertindak dari saat ini sampai kita tdk sanggup lagi bekerja karena termakan usia,maka kita akan bisa melihat hasilnya akan sangat banyak mengalami perubahan dalam hidup kita&#8230;</p>
<p>Sumber: <strong>tipsmotivasi</strong>hidup.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/semangat-dan-teruslah-meraih-mimpi-kita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

