<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tips Oke &#187; Keuangan</title>
	<atom:link href="http://tipsoke.com/category/keuangan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tipsoke.com</link>
	<description>Kumpulan tips pilihan bergaransi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Dec 2011 14:42:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Langkah Mudah Memilih Software Akunting</title>
		<link>http://tipsoke.com/langkah-mudah-memilih-software-akunting.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/langkah-mudah-memilih-software-akunting.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 22:19:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[laporan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[memilih software akunting]]></category>
		<category><![CDATA[memilih software keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[software akunting]]></category>
		<category><![CDATA[tips memilih software]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=686</guid>
		<description><![CDATA[Profesi sebagai akuntan membuat kita harus bekerja keras untuk membuat laporan keuangan akhir bulan. Lebih dari itu, dari sekian laporan yang masuk, kita — bersama rekan kerja kita — harus membuat laporan keuangan secara manual, paling tidak menggunakan Microsoft Excel &#8230; <a href="http://tipsoke.com/langkah-mudah-memilih-software-akunting.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Profesi sebagai akuntan membuat kita harus bekerja keras untuk membuat laporan keuangan akhir bulan. Lebih dari itu, dari sekian laporan yang masuk, kita — bersama rekan kerja kita — harus membuat laporan keuangan secara manual, paling tidak menggunakan <em>Microsoft Excel</em> sebagai alat bantu hitung.<span id="more-686"></span></p>
<p>Saat ini banyak perusahaan yang menawarkan produk <em>software</em> yang bisa membantu meringankan dan memudahkan kita dalam bekerja dan berbisnis. Namun ada baiknya juga kita tidak terlena dengan fitur yang ditawarkan. Bukannya berguna saat bekerja namun fitur tersebut malah membuat kita kewalahan karena tidak sesuai dengan apa yang kita butuhkan. <strong>Untuk lebih memudahkan Anda memilih <em>software</em> akunting silakan ikuti tips berikut:</strong></p>
<div>
<ul>
<li>Software akuntansi adalah tools yang akan dipakai untuk jangka waktu yang cukup panjang. Pastikan pilihan Anda ini tidak banyak rewel dan menyulitkan selama dalam pemakaian.</li>
<li>Salah satu indikatornya adalah banyaknya customer based dan penggunanya. Semakin banyak pengguna yang sudah memilih dan menggunakan produk tertentu (mis. ACCURATE Accounting Software), diyakini produk dimaksud sudah lebih matang dan stabil.</li>
<li>Pilihkan software yang dikembangkan oleh perusahaan pengembang software yang terpercaya, dan memiliki track record cukup lama berkecimpung dalam bisnis tersebut. Industri IT adalah industri yang sangat dinamis, tidak sedikit perusahaan yang tiba-tiba muncul namun menghilang dengan cepat pula.</li>
<li>Pilihkan software akuntansi yang cukup lengkap, komprehensif, dan mudah dipakai. Yang tidak kalah penting adalah kesesuaian aplikasi tersebut dengan lingkungan kerja setempat. Misalnya, karena bisnis Anda beroperasi di Indonesia, maka hendaknya software akuntansi yang dipilih sesuai dengan peraturan PSAK dan peraturan pajak setempat.</li>
<li>Aplikasi apapun tidak ada yang sempurna, jadi jangan berpikir perfeksionis.</li>
<li>Tanyakan bagaimana bantuan pasca penjualan (after sales service). Produk yang troubleshooting-nya bisa Anda lakukan sendiri dengan mudah mungkin lebih nyaman dalam penggunaan jangka panjang dibandingkan dengan produk yang menawarkan bantuan teknis yang terlalu berlebihan.</li>
<li>Pastikan juga software yang Anda pilih mempunyai rencana pengembangan secara terus menerus.</li>
<li>Pergunakan <em>software</em> yang bisa juga  digunakan oleh rekan kerja atau 	rekan bisnis Anda yang lain, dengan desain <em>template, bill of 	material, work order, </em> yang 	cocok untuk semua bentuk dan pengoperasiannya terbilang mudah. 	Seperti pengoperasian secara umum, menyusun laporan, dsb.</li>
<li>Bila mungkin, 	pergunakan <em>software</em> yang dikembangkan oleh perusahaan 	terpercaya yang sekaligus menyediakan jasa training 	pengoperasian.</li>
</ul>
<p>Nah, kini proses pembukuan perusahaan bisa Anda lakukan dengan menyenangkan tanpa harus lembur dan pusing lagi.</p>
<p><a href="http://www.solusiukm.com/tips-keuangan/tid-2/langkah-mudah-memilih-software-akunting.html" target="_blank">sumber</a></p>
</div>
<p>?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/langkah-mudah-memilih-software-akunting.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Memberikan Uang Saku Untuk Anak</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-memberikan-uang-saku-untuk-anak.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-memberikan-uang-saku-untuk-anak.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 05:51:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[memberi uang saku]]></category>
		<category><![CDATA[uang saku]]></category>
		<category><![CDATA[uang saku anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=605</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda melihat seseorang yang pekerjaannya kelihatan biasa-biasa saja, tetapi memiliki apa saja yang dia inginkan? Sementara impian Anda punya rumah mungil masih dalam khayalan. Begitu juga sebuah mobil yang sudah lama Anda dambakan masih jauh dari jangkauan. Bulan Juli &#8230; <a href="http://tipsoke.com/tips-memberikan-uang-saku-untuk-anak.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda melihat seseorang yang pekerjaannya kelihatan biasa-biasa saja, tetapi memiliki apa saja yang dia inginkan? Sementara impian Anda punya rumah mungil masih dalam khayalan. Begitu juga sebuah mobil yang sudah lama Anda dambakan masih jauh dari jangkauan.<span id="more-605"></span></p>
<p>Bulan Juli sudah tiba. Tak terasa liburan sekolah sudah hampir selesai. Nah, melewati masa liburan sekolah ini adalah masa yang terus terang paling indah bagi anak-anak kita. Kenapa? Namanya juga libur, siapa sih yang tidak senang? Tapi, mereka pasti tidak akan selamanya terus libur kan? Cepat atau lambat mereka akan segera masuk lagi ke bangku sekolah. Masuk ke bangku sekolah berarti juga kembali lagi belajar seperti biasanya.</p>
<p>Nah, salah satu hal yang selalu menjadi pikiran orang tua sekarang adalah tentang berapa uang saku yang sebaiknya diberikan kepada anak-anaknya. Kelihatannya sih ini memang hal yang sepele, tapi kalau Anda tidak cermat dalam memberikan uang saku buat anak-anak Anda, waah&#8230;.bisa-bisa bikin Anda pusing dong nantinya.</p>
<p>Karena itu, berikut ini saya akan mencoba membahas beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum memberikan uang saku buat anak-anak Anda. Mudah-mudahan bermanfaat ya.</p>
<p>1. Sesuaikan jumlah pemberian uang saku dengan penghasilan Anda<br />
Sangat penting bagi Anda untuk memperhatikan seberapa besar penghasilan Anda sebelum memutuskan berapa besarnya uang saku yang sebaiknya diberikan untuk anak Anda. Ingat lho, pemberian uang saku kepada anak adalah salah satu pos pengeluaran rutin dalam pengeluaran keluarga, sehingga Anda harus merencanakannya dengan cermat. Apalagi kadang-kadang orang tua juga ingin memanjakan anaknya dengan memberikan uang saku yang cukup besar, karena hal itu bisa memberikan sebuah kebahagiaan tersendiri. Tapi usahakan agar hal seperti itu jangan sampai dipaksakan, karena kebutuhan rumah tangga Anda kan tidak melulu untuk uang saku anak. Jangan khawatir, ada cara lain kok untuk tetap bisa menunjukkan rasa sayang pada anak, yaitu lewat pemberian hadiah misalnya. Pemberian hadiah kan tidak rutin sifatnya dibandingkan dengan pemberian uang saku. Dengan demikian, keuangan keluarga tetap bisa Anda kendalikan. Bukan begitu?</p>
<p>2. Tidak perlu berlebih<br />
Berapa sih sebaiknya jumlah uang saku yang diberikan? Itu mungkin pertanyaan yang sering muncul di kepala Anda. Tentu saja kalau kita bicara tentang jumlah besaran uang saku, angkanya bisa sangat bervariasi. Tapi hal penting yang perlu Anda ingat adalah bahwa jangan sampai Anda memberikan uang saku yang berlebih. Yang paling bijak adalah memberikan uang saku yang cukup dengan kebutuhannya. Ingat, kalau anak diberikan uang saku yang berlebih, umumnya mereka akan cenderung menghabiskan uangnya karena merasa bahwa mereka tidak memiliki masalah dengan jumlah uang yang mereka punya. Beda kan kalau jumlah yang mereka dapat tidak besar-besar amat? Repotnya, kalau sudah begini, ada kemungkinan bahwa sifat itu akan terus dibawanya hingga ia dewasa. Nah, lho&#8230;</p>
<p>Terus sekarang bagaimana cara mengetahuinya kebutuhannya supaya Anda tidak memberikan jumlah uang saku yang berlebih? Gampang kok, tanya saja langsung ke anak Anda. Ini biasanya akan sekaligus mengajarkan kepada si anak bahwa ia harus membelanjakan uangnya sesuai dengan kebutuhan yang memang ada, bukan semata-mata karena keinginannya.</p>
<p>3. Uang Saku bukan berarti untuk dibelanjakan semua<br />
Sebagian besar anak umumnya berpikir bahwa uang saku yang mereka dapatkan akan digunakan semua untuk dibelanjakan. Nah, cobalah berikan pengertian kepada anak bahwa uang saku yang mereka dapatkan sebaiknya tidak semata-mata dibelanjakan. Anda bisa mengajarkan bahwa penting juga untuk menabung dan memberikan sumbangan dari uang sakunya. Selalu ajarkan padanya untuk menabung jika memang ada sisa dari uang jajannya. Beri kepercayaan padanya untuk mengelola tabungannya sendiri. Anak bisa memasukkan uangnya di kotak tabungan (celengan) dan kemudian celengan tersebut simpan. Jadi Anda dapat mengetahui bagaimana kebiasaannya menabung. Selain menabung, ajarkan juga kepadanya untuk menyumbang. Hal tersebut akan menumbuhkan rasa kepedulian dan kesadaran sosial pada diri si anak. Katakan padanya bahwa sekecil apapun sumbangan yang ia berikan akan sangat besar manfaatnya bagi orang lain yang mendapatkan sumbangan tersebut.</p>
<p>4. Ajarkan Kemandirian dalam mengelola uang sakunya<br />
Kemandirian dalam mengelola uang memang tidak datang begitu saja. Hal itu memang harus dipelajari. Semakin dini belajar, maka akan semakin baik bagi diri si anak. Nah, kemandirian dalam mengelola uang dapat dimulai dari kemandirian dalam mengelola uang saku yang ia dapatkan. Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan uang saku secara mingguan atau bulanan.</p>
<p>Dengan cara tersebut, si anak akan belajar untuk mau tidak mau mengelola uang sakunya, karena toh uang saku tersebut dia dapatkan cuma sekali, yaitu pada setiap awal minggu atau awal bulan, untuk kemudian akan dikelolanya untuk seminggu atau sebulan ke depan. Pastikan juga bahwa Anda tidak akan memberikan toleransi uang saku tambahan jika uang saku mingguan atau bulanannya sudah habis. Kecuali, memang karena alasan-alasan yang mendesak.</p>
<p>Dengan demikian, paling tidak kalau ia sudah dewasa kelak, ia sudah terbiasa dan tahu bagaimana cara mengelola gaji, yang biasanya juga akan ia dapatkan sebulan sekali. Nah, bagaimana bapak ibu? Mudah-mudahan penjelasan di atas tadi bermanfaat ya untuk Anda.</p>
<p><a href="http://nosliners.com/sejutatips.com/tips/tips/tips-sebelum-memberi-uang-saku-untuk-anak" target="_blank">sumber</a></p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/tips-memberikan-uang-saku-untuk-anak.html" title="jika orang tua memberi uang saku berlebihan kepada anak">jika orang tua memberi uang saku berlebihan kepada anak</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-memberikan-uang-saku-untuk-anak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Kondisi Keuangan Pribadi dan Keluarga di Tahun 2010</title>
		<link>http://tipsoke.com/evaluasi-kondisi-keuangan-pribadi-keluarga-tahun-2010.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/evaluasi-kondisi-keuangan-pribadi-keluarga-tahun-2010.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 23:05:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi Kondisi Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Keuangan Pribadi Tahun 2010]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=548</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa waktu cepat berlalu, dan kini kita sudah memasuki tahun 2010. Apakah Anda telah membuat resolusi tahun ini? Termasuk kehidupan keuangan Anda pada 2010? Jika belum, mungkin ada baiknya Anda mencoba untuk menjawab dengan jujur pertanyaan berikut ini: - &#8230; <a href="http://tipsoke.com/evaluasi-kondisi-keuangan-pribadi-keluarga-tahun-2010.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa waktu cepat berlalu, dan kini kita sudah memasuki tahun 2010. Apakah Anda telah membuat resolusi tahun ini? Termasuk kehidupan keuangan Anda pada 2010? Jika belum, mungkin ada baiknya Anda mencoba untuk menjawab dengan jujur pertanyaan berikut ini:  <span id="more-548"></span></p>
<p>- Apakah setiap bulan Anda memonitor berapa pengeluaran Anda?</p>
<p>- Apakah Anda membayar kartu kredit secara penuh?</p>
<p>- Apakah Anda sudah menyisihkan sejumlah dana untuk masa pensiun?</p>
<p>Jika anda menjawab ‘Tidak’ untuk 3 pertanyaan tersebut, sudah waktunya Anda menata keuangan pribadi di tahun 2010.</p>
<p>Tips dari Citibank menyebutkan, langkah awal untuk mengelola keuangan dengan lebih baik adalah dengan mengevaluasi posisi keuangan Anda sekarang, yaitu dengan mendata ulang aset (apa saja yang Anda miliki) dan berapa besar utang Anda. Cara baik untuk mengelola keuangan adalah membiasakan untuk membuat anggaran di mana Anda bisa memonitor pemasukan dan pengeluaran.</p>
<p>Berdasarkan Survey Kecerdasan Finansial (Financial Quotient) dari Citi Indonesia, hanya sekitar 29% orang yang mematuhi anggaran bulanan yang mereka buat, sementara 82% baru pada tahap berusaha membuat dan mengikuti anggaran.</p>
<p>Untuk itu mulailah rapikan pengelolaan keuangan dan setelah Anda mengetahui posisi keuangan saat ini, maka alangkah baiknya Anda menentukan tujuan serta cara mencapai tujuan finansial Anda.</p>
<p>Tujuan dan Rencana Finansial yang SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Tangible)</p>
<p>S (Spesifik) &#8211; Tentukan target yang spesifik, jangan sekedar katakan “Mulai tahun depan saya akan lebih rajin menabung.” Tentukanlah berapa besar jumlah tabungan yang Anda inginkan, mulai kapan Anda menabung dan dalam berapa lama Anda akan memperoleh nilai yang diinginkan. Dengan demikian, Anda juga bisa menjadi lebih disiplin untuk menyisihkan sejumlah dana yang harus ditabung per bulannya.</p>
<p>M (Mudah diukur) – Menentukan tujuan yang terukur dapat membantu Anda memonitor apakah Anda sudah sesuai jalur dalam mencapai tujuan. Jika tujuan Anda adalah mengumpulkan dana untuk pembayaran uang muka sebuah rumah baru tahun depan, maka tentukanlah berapa besar dana dari penghasilan Anda yang harus disisihkan per bulannya. Setiap bulannya Anda bisa mengukur sudah sampai dimana posisi keuangan Anda.</p>
<p>A (Akan tercapai) – Buatlah tujuan yang dapat Anda capai dan berpikirlah jangka panjang, namun tetap tentukan tujuan-tujuan kecil yang dapat membantu Anda mencapai hasil yang lebih besar. Misalnya Anda ingin memiliki Rp 15 juta dalam setahun, maka tujuan kecil yang harus Anda capai tiap bulannya adalah dengan menabung minimum Rp 1.250.000 dalam 12 bulan ke depan.</p>
<p>R (Realistis) – Menciptakan tujuan keuangan harus realistis, karena jika tidak, Anda dapat menghadapi kegagalan yang sangat besar. Misalnya, Anda bercita-cita untuk mencapai target 60% tingkat pengembalian investasi dalam setahun.</p>
<p>T (Tujuan Nyata) – Tujuan yang nyata berarti pencapaian terhadap sesuatu hal yang benar-benar ada, pasti dan bisa diukur.  Anda akan termotivasi untuk menentukan tujuan yang lebih tinggi jika Anda pernah mencapai tujuan yang pernah Anda putuskan sebelumnya.</p>
<p>Libatkan anggota keluarga dalam menentukan tujuan finansial, karena mereka juga akan menunjang dalam pencapaian tujuan tersebut. Tulislah tujuan-tujuan tersebut dan kaji ulang dari waktu ke waktu, hal ini akan sangat membantu dalam mencapai tujuan finansial Anda.</p>
<p><a href="http://vivanews.com" target="_blank"><em>vivanews.com</em></a></p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/evaluasi-kondisi-keuangan-pribadi-keluarga-tahun-2010.html" title="mengevaluasi kondisi keuangan">mengevaluasi kondisi keuangan</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/evaluasi-kondisi-keuangan-pribadi-keluarga-tahun-2010.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Belanja Cerdas di SuperMarket</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-belanja-cerdas-supermarket.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-belanja-cerdas-supermarket.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 23:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[belanja di supermarket]]></category>
		<category><![CDATA[tips belanja cerdas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=504</guid>
		<description><![CDATA[1. Buat Daftar Belanja. Daftar belanja seringkali dianggap sepele dan akhirnya diabaikan. Padahal, ini pentng untuk Anda lakukan sebelum pergi berbelanja. Dengan menyusun daftar barang yang akan dibeli, Anda belajar disiplin dan patuh pada rencana balanja yang telah Anda susun &#8230; <a href="http://tipsoke.com/tips-belanja-cerdas-supermarket.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Buat Daftar <span>Belanja</span>. </strong>Daftar <span>belanja</span> seringkali dianggap sepele dan akhirnya diabaikan. Padahal, ini pentng untuk Anda lakukan sebelum pergi berbelanja. Dengan menyusun daftar barang yang akan dibeli, Anda belajar disiplin dan patuh pada rencana balanja yang telah Anda susun sndiri. ercayalah, <span>di</span> tempat Anda <span>belanja</span> nanti akan banyak barang-barang yang membuat Anda tertarik untuk membelinya. Jadi, biasakan fokus! Itulah gunanya daftar <span>belanja</span> dibuat.<span id="more-504"></span></p>
<p><strong>2. Katalog dan Surat Kabar. </strong>Jika teliti membaca surat kabar, Anda akan melihat bahwa <span>di</span> hari-hari tertentu (misalnya, Kompas hari Jumat) sejumlah <span>supermarket</span> akan mengiklankan produk-produk andalan mereka yang sedang turun harga. Biasanya harga tersebut berlaku selama akhir pekan atau dari Jumat-Minggu, harga dijamin bersaing. Anda juga bisa melihat harga barang yang sedang diturunkan lewat katalog. Setiap <span>supermarket</span> rutin mengeluarkan katalog harga, yang biasanya berlaku selama 1 bulan. Nah, mulai sekarang jangan malas membaca surat kabar atau selebaran. Siapa tahu hari ini Anda sedang beruntung mendapatkan potongan harga untuk barang yang memang ingin Anda beli.</p>
<p><strong>3. Midnight Sale. </strong><em>Midnight Sale </em>hanya ada <span>di</span> Giant Hypermarket, setiap hari Sabtu pukul 22.00 &#8211; 24.00 WIB. <span>Supermarket</span> ini mengadakan acara <em>Midnight Sale</em>. Acara ini memberikan potongan harga alias diskon cukup besar untuk <em>items</em> tertentu. Bahkan kadang sampai banting harga. <span>Belanja</span> hemat dengan suasana yang tidak terlalu ramai!</p>
<p><strong>4. Lambang ‘Paling Murah’. </strong>Ingin mendapakan harga murah, carilah barang dengan lambang ‘paling murah’ atau ‘harga promosi’. Meski bedanya mungkin tipis, paling tidak harganya lebih miring. Jika Anda menganggap harga murah pasti berkualitas tiak bagus, hal itu belum tentu seperti itu. Terkadang harga murah karena barang tersebut adalah produk baru, produk yang dikeluarkan oleh <span>supermarket</span> itu sendiri atau produk tersebut masih dalam tahap promosi. Jadi harganya tidak semahal produk-produk yangsudah terkenal dan sidah beriklan sana-sini.</p>
<p><strong>5. Beli 2 Gratis 1. </strong>Terkadang <span>di</span> saat-saat tertentu, <span>supermarket</span> memberikan penawaran beli satu gratis satu produk yang sama. Bahkan ada juga yang beli 2 gratis satu lagi. Nah, manfaatkan penawaran ini sebaik-baiknya. Memang mungkin Anda akan keluar uang lebih karena harusnya membeli satu jadi dua. Namun ingat, produk gratis yang Adna dapatkan bisa Anda gunakan sebagai stok. Jadi Anda tak perlu mengeluarkan uang untuk membeli barang tersebut saat belaja bulan berikutnya.</p>
<p><strong>6. <span>Belanja</span> Hari Jumat. </strong><span>Supermarket</span> tertentu sering mengadakan program promosi potongan harga ataupun cash back. Biasanya promosi ini bekerja sama dengan Bank atau penerbitkartu kredit. Misalnya kartu kredit BNI yang pernah membuat promosi bernama Jumat Hemat. Pada hari itu, cash back diberikan untuk customer yang bertransaksi <span>di</span> <span>supermarket</span> pada hari Jumat saja.</p>
<p><strong>7. Membeli Borongan.</strong> Membeli barang dengan harga eceran biasanya lebih mahal dibandingkan jika Anda membeli dalam jumlah besar atau borongan. Memang selisihnya kadang tidak terlalu banyak. Namun, jika Anda menghitungnya dalam anggaran bulanan, lumayan juga <em>tuh</em>! Untuk barang-barang tertentu seperti sabun mandi, pasta gigi, tisu, sebaiknya dibeli dalam jumlah besar. Umumnya ‘jatuhnya’ akan lebih murah jika dibeli dalam jumlah banyak sekaligus. Toh, barang ini bisa Anda simpan untuk jangka waktu cukup lama.</p>
<p><strong>8. Bandingkan Berat dan Harga.</strong> Jika ingin mendapatkan harga lebih murah, jangan pernah malas meliha sebuah produk dari berat atau unitnya. Biasanya untuk satu jenis produk, tersedia dalam berbagai merk. Dengan membandingkan berat dan merk, Anda bisa mengetahui mana yang lebih murah. Nah dari situ, Anda bisa menghemat cukup banyak.</p>
<p><strong>9. Buah Harga Miring. </strong>Bila Anda ingin menghemat pembelian buah, belilah buah dalam kondisi matang yang sudah dikupas. Dalam artian, tidak akan bertahan untuk waktu yang cukup lama. Biasanya <span>supermarket</span> akan memberi diskon yang cukup besar. Tapi mesti diingat, buah tersebut memang untuk dikonsumsi segera. Hal ini juga bisa berlaku untuk barang seperti kue basah dan makanan matang.</p>
<p><a href="http://tipsanda.com" target="_blank"><em>tipsanda.com</em></a></p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/tips-belanja-cerdas-supermarket.html" title="tips balanja di supermarket">tips balanja di supermarket</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-belanja-cerdas-supermarket.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Belanja Online dengan Aman dan Menguntungkan</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-belanja-online-aman-menguntungkan.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-belanja-online-aman-menguntungkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Feb 2010 23:41:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[belanja online aman]]></category>
		<category><![CDATA[cara belanja online]]></category>
		<category><![CDATA[tips belanja online]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[Seiring dengan perkembangan internet di Indonesia, maka tak heran kalau toko online sekarang ini semakin marak aja. Tapi tak jarang juga yang memanfaatkan keadaan demikian untuk mengaruk keuntungan diri sendiri. Artinya seseorang tersebut mempunyai toko online tapi ketika kita mau &#8230; <a href="http://tipsoke.com/tips-belanja-online-aman-menguntungkan.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring dengan perkembangan internet di Indonesia, maka tak heran kalau toko online sekarang ini semakin marak aja. Tapi tak jarang juga yang memanfaatkan keadaan demikian untuk mengaruk keuntungan diri sendiri. Artinya seseorang tersebut mempunyai toko online tapi ketika kita mau membeli dan melakukan transaksi dengan menyetor sejumlah uang yang diminta, tapi barang yang kita beli tak pernah kunjung tiba.<span id="more-477"></span></p>
<p>Nah, untuk mengantisipasi hal yang demikian, ada sedikit beberapa tips belanja online untuk anda:</p>
<ol>
<li>Waspadai belanja pada toko online yang menggunakan hosting atau nama domain yang gratisan.</li>
<li>Ketika melakukan orderan, pastikan toko online tersebut mempunyai nomor telepon, dan alamat yang jelas.</li>
<li>Perhatikan garansi barang tersebut.</li>
<li>Pastikan bahwa barang yang di kirim di garansikan hingga sampai ke alamat kita. Artinya kita sipembeli tak mau tau dengan kehilangan barang di tengah jalan.</li>
<li>Baca privasi polici toko online tersebut.</li>
<li>Pastikan bahwa barang yang kita beli sesuai dengan keperluan kita. Makanya sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu barang, baca dulu kriteria kriteria dan spesifikasi barang tersebut.</li>
<li>Kalau melakukan transferan ke nomor rekening BANK yang di tunjuk si penjual, agar pemrosesan cepat, maka tambahkan nomor atau angka ganjil di belakang jumlah transferan. Misalnya kita di minta menyetor uang Rp200.000, maka agar kita cepat di kenal silahkan melakukan transferan Rp200.085.</li>
<li>Jangan tergiur dengan harga yang murah meskipun sama merknya cek dulu tempat toko tersebut dan pertimbangkan biaya pengirimanya misalkan : toko a menjual barang 900ribu, toko b 875ribu tapi bila ternyata toko b diluar propinsi dan Ongkir lebih mahal dan toko A 1 propinsi bisa dihitung marginnya + ongkos kirim.</li>
</ol>
<p><a href="http://duwex.wordpress.com" target="_blank"><em>duwex.wordpress.com</em></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-belanja-online-aman-menguntungkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengatur Gaji Untuk Kebutuhan 1 Bulan</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-mengatur-gaji-untuk-kebutuhan-1-bulan.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-mengatur-gaji-untuk-kebutuhan-1-bulan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Jan 2010 23:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[cara mengatur gaji]]></category>
		<category><![CDATA[tips mengelola gaji]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=443</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang uang (gaji) sebesar apapun terasa tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup kita di jaman sekarang ini. sebab banyak hal-hal yang mempengaruhinya diantaranya tingginya biaya hidup terlebih jika kita tinggal di kota seperti jakarta, surabaya, makassar dan lain sebagainya. sehingga &#8230; <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatur-gaji-untuk-kebutuhan-1-bulan.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang uang (gaji) sebesar apapun terasa tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup kita di jaman sekarang ini. sebab banyak hal-hal yang mempengaruhinya diantaranya tingginya biaya hidup terlebih jika kita tinggal di kota seperti jakarta, surabaya, makassar dan lain sebagainya. sehingga gaji yang seberapa besarpun terkadang kagak bisa mencukupi terlebih untuk menabung buat masa depan.<span id="more-443"></span></p>
<p>Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk merencanakan aliran uang Anda tetap dalam jalur yang diinginkan.</p>
<p><strong>1.kita mesti berpikir jauh ke depan.</strong> membuat planing atau daftar pengeluaran yang cukup besar yang harus dipenuhi untuk masa yang akan datang misalnya pernikahan, hari kelahiran anak, liburan, dan lain sebagainya. hal ini dilakukan dengan menabung di bank yang dapat ditarik secara otomatis buat keperluan harian.</p>
<p><strong>2.membuat perencanaan keuangan khusus</strong> untuk bulan dan tahun ke depan, dan juga membuat sementara buat perhitungan pemasukan dan pengeluaran rata-rata per bulan Anda.</p>
<p><strong>3. Menyimpan bon dan kuitansi yang anda terima.</strong> misalnya pembayaran telepon, air, makan siang dan lain sebagainya kemudian bayangkan apakah semua itu bermanfaat atau tidak lalu mencari alternatif lainnya.</p>
<p><strong>4. Menahan godaan.</strong> Mungkin ini yang paling sulit dilakukan oleh para kaum wanita yang biasanya tergiur dengan diskon besar-besaran.</p>
<p><strong>5. Menabung.</strong> Khususnya untuk simpanan yang memakai jangka waktu.</p>
<p><strong>6. Menyimpan dan mencatat segala kebutuhan</strong> yang berkaitan dengan keuangan. namun catatan tadi jangan sampai tercecer apalagi jika berhubungan dengan identitas anda.</p>
<p>7.Karena melakukan liburan biasanya membutuhkan biaya besar tak ada salahnya <strong>menyisipkan sedikit demi sedikit</strong> agar tak mengambil uang yang berbunga di manapun.</p>
<p><a href="http://www.kaskus.us" target="_blank"><em>www.kaskus.us</em></a></p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/tips-mengatur-gaji-untuk-kebutuhan-1-bulan.html" title="mengatur gaji">mengatur gaji</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatur-gaji-untuk-kebutuhan-1-bulan.html" title="bagaimana mengatur sisa gaji">bagaimana mengatur sisa gaji</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatur-gaji-untuk-kebutuhan-1-bulan.html" title="cara mengatur tikar plastik">cara mengatur tikar plastik</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-mengatur-gaji-untuk-kebutuhan-1-bulan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengatasi Krisis Keuangan Rumah Tangga Secara Islami</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Jan 2010 23:52:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[krisis keuangan keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[tips keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini banyak ibu-ibu rumah tangga pusing. Bayangkan saja, hampir semua harga sembako naik akibat harga BBM yang melonjak pesat. Pekerjaan dengan pendapatan memadai sulit didapat. Banyak Industri dalam negeri gulung tikar. Akhirnya tidak sedikit para bapak yang di-PHK. Krisi &#8230; <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini banyak ibu-ibu rumah tangga pusing. Bayangkan saja, hampir semua harga sembako naik akibat harga BBM yang melonjak pesat. Pekerjaan dengan pendapatan memadai sulit didapat. Banyak Industri dalam negeri gulung tikar. Akhirnya tidak sedikit para bapak yang di-PHK. Krisi keuangan keluarga pun terjadi di mana-mana; membawa suasana yang memprihatinkan bagi mayoritas keluarga Indonesia.<span id="more-412"></span></p>
<p>Secara umum, krisis ekonomi Indonesia menjadi pangkal persoalan utama krisis keuangan keluarga. Pemerintah RI menetapkan batasan keluarga miskin adalah mereka yang berpendapatan di bawah Rp 175 ribu/bulan, yang setelah mendapat kecaman dari masyarakat, kemudian dirinci lagi menjadi Rp 175 ribu/anggota keluarga. Jika batasan ini dipakai, maka dengan Rp 700 ribu, sebuah keluarga kecil (ayah, ibu dan dua anak) harus mencurahkan energi otaknya untuk mengatur keuangan agar dapat bertahan hidup hingga satu bulan. Itu pun jika anak-anaknya masih balita dan belum memerlukan biaya sekolah. Sebab,  untuk bersekolah saat ini butuh uang banyak; ada uang pangkal, SPP, uang transport, buku, seragam, dll. Belum lagi kebutuhan rumah tangga rutin seperti listrik, air, pakaian, sewa rumah, minyak tanah, dll. Pekerjaan dengan pendapatan minimal Rp 700 ribu/bulan saat ini bukan hal yang mudah didapat. Sangat jarang. Saat ini saja, menurut data, paling sedikit 23 juta orang menganggur!</p>
<p>Penulis mencoba menelusuri jalan-jalan di sebuah desa, mengamati apa yang bisa dilakukan seorang ibu dengan hanya beberapa lembar seribu rupiah dalam genggaman. Sekiranya beras masih terbeli, itu adalah hal yang sangat disyukuri. Kurang dari itu di desa masih ada gaplek dan tiwul (bahan olahan singkong). Jika tak ada uang sama sekali untuk membeli lauk, setidaknya masih banyak dedaunan yang bisa diolah menjadi hidangan yang lumayan. Di pedesaan masih banyak ditemui daun-daun singkong, umbi-umbian, bayam liar, daun pepaya, talas dan batangnya yang muda, kelapa dll. Masih gratis untuk dipetik di tepi-tepi dusun. Jika beruntung, di selokan yang jernih banyak ikan-ikan kecil dengan kandungan kalsium dan protein tinggi. Masih banyak mataair jernih bebas polusi. Sebuah desa yang patut disyukuri.</p>
<p>Namun, apakah semua masyarakat Indonesia tinggal di desa yang subur? Tentu tidak. Masih banyak yang tinggal di daerah pegunungan kapur yang tandus, desa-desa di tepi pantai, daerah berawa, dan bahkan dik kota-kota besar. Rasanya tidak semua keluarga bisa berharap dari kemurahan alam. Nelayan tak bisa melaut karena solar sudah menjadi barang langka. Tak melaut berarti dapur tak <em>ngebul</em>. Di daerah perkotaan, tidak ada dedaunan yang bisa dimakan. Di daerah pegunungan tandus, setetes air pun menjadi barang berharga. Wajar jika busung lapar merajalela, dan kematian akibat kelaparan semakin membayang.</p>
<p>Seorang ibu mengeluhkan kondisi keuangan rumah tangganya. Pendapatan suaminya tidak cukup untuk keluarga dengan empat anak. Jangankan menyekolahkan anak ke sekolah yang memadai (apalagi yang berkualitas), makan sehari-hari pun rasanya kurang. Susu bagi balita sudah tak sanggup lagi terbeli. Baginya, kualitas gizi apalagi pendidikan sudah tidak terpikirkan lagi. Lantas bagaimana solusinya?</p>
<p><strong>Berhitung Lebih Cermat</strong></p>
<p>Krisis keuangan akhirnya mengharuskan para ibu rumah tangga perlu memiliki kemampuan berhitung lebih cermat. Bekerja di luar rumah sering bukanlah solusi yang tepat, apalagi jika memiliki anak balita.</p>
<p>Islam menetapkan tanggung jawab utama wanita yang telah berumah tangga adalah sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Perawatan, pengasuhan, pendidikan anak usia dini adalah hal yang dikorbankan ketika ibu keluar rumah untuk bekerja. Belum lagi urusan pengaturan rumah tangga yang masih menjadi tanggung jawabnya.</p>
<p>Untuk itu, hal yang pertama kali dilakukan ketika krisis keuangan melanda rumah tangga adalah menetapkan kebutuhan-kebutuhan yang menjadi prioritas. Beberapa langkah berikut bisa dilakukan para ibu:</p>
<p>1. Merinci anggaran untuk kebutuhan pokok sehari-hari seperti beras, lauk pauk, bahan bakar, listrik, air, dll; kemudian memisahkannya. Meskipun sedikit, upayakan untuk menabung. Paling tidak, untuk keperluan yang tidak terduga.</p>
<p>2. Menghilangkan kebiasaan jajan pada anak-anak. Kebanyakan jajanan sekarang gizinya rendah. Ibu harus membiasakan anak dengan makanan-makanan yang bergizi tinggi. Dengan asupan gizi yang baik, kondisi keluarga akan lebih sehat, tidak mudah sakit, kuat berpikir, dan mampu beraktivitas dengan baik. Misalnya, dengan uang Rp 500 rupiah, lebih baik anak dibelikan pisang dari pada snack jajanan anak-anak. Makanan alami lebih sehat daripada makanan instant olahan pabrik.</p>
<p>3. Perlu terampil mengolah menu hidangan yang sehat. Keahlian mengolah makanan sangat penting dipelajari oleh ibu (dan calon ibu).</p>
<p>4. Memilih tempat berbelanja yang murah untuk menekan anggarannya.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Jika Terpaksa Bekerja</strong></p>
<p>Jika ibu terpaksa bekerja, hal utama yang harus dipikirkan adalah tidak meninggalkan atau mengabaikan tanggung jawab utamanya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga.</p>
<p>Sering kita berpikir bahwa bekerja hanyalah di perkantoran, pertokoan, atau pabrik-pabrik. Padahal inti untuk mengatasi keuangan keluarga hanyalah mendapatkan tambahan pendapatan. Banyak upaya yang bisa dilakukan seorang ibu untuk memiliki tambahan pendapatan, sekiranya usaha suami sudah sampai pada batas maksimal. Penulis mengamati seorang ibu rumah tangga yang memiliki prinsip “Tidak perlu bekerja di luar rumah, tetapi memiliki tambahan pendapatan.” Dengan keahlian memasak, selain bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga, ia pun menjualnya kepada tetangga atau warung-warung. Dengan keahlian menjahit, ia bisa menjahit pesanan baju tetangga dan kawan-kawannya di sela-sela waktu luangnya tanpa keluar rumah. Ada juga ibu rumah tangga yang pandai berdagang. Sambil mengunjungi tetangga, kerabat, atau komunikasi via telpon, ia aktif menawarkan dagangannya. Cukup banyak aktivitas menambah pendapatan keluarga yang bisa dilakukan di rumah, tanpa meninggalkan keluarga.</p>
<p>Ada satu hal yang penulis lihat sangat menarik, yakni seorang ibu yang ingin menambah pendapatan namun juga tetap ingin menangani secara langsung pendidikan usia dini bagi balitanya. Dalam kondisi krisis keuangan ia pun menawarkan kemampuannya untuk juga mengasuh sekaligus mendidik anak dini usia kepada rekan-rekannya, kerabatnya, tetangganya, yang juga memiliki anak-anak balita. Mereka pun menitipkan balitanya untuk bermain dan belajar dengan arahan yang islami, tentunya dengan imbalan. Walhasil, para ibu dapat belajar PADU (Pendidikan Anak Dini Usia) yang islami, anak-anak balita terbina dengan baik, dan sang ibu yang mengalami tadinya krisis keuangan, kini memiliki tambahan pendapatan.</p>
<p>Kisah-kisah para ibu dalam mengatasi keuangan keluarga ini tidaklah untuk mengarahkan para ibu untuk bekerja. Ini hanya sebagai satu alternatif membantu suami untuk mengatasi persoalan keuangan rumah tangga. Bagaimanapun hukum bekerja bagi para ibu adalah mubah (boleh). Kewajiban menafkahi keluarga tetap ada pada suami/kaum laki-laki.</p>
<p><strong>Kerjasama Suami-Istri </strong></p>
<p>Beratnya krisis keuangan yang dihadapi keluarga akan terasa lebih ringan bila dipikul bersama oleh suami dan istri sebagai dua orang sahabat. Di sinilah pentingnya kerjasama, komunikasi, dan saling mendukung saat persoalan-persoalan mendera.</p>
<p>Istri yang tidak mengkomunikasikan kesulitannya dalam mengasuh anak, mengatur rumah tangga, dan mengelola keuangannya di saat krisis hanyalah memendam persoalan yang akan mencuat menjadi konflik dalam rumah tangganya.</p>
<p>Suami yang biasanya tidak terlalu tahu lonjakan harga-harga barang kebutuhan pokok, sulitnya mencari minyak tanah, tiba-tiba terkejut saat belum akhir bulan, uang belanja istri sudah habis. Bukan tak mungkin suami mengira, istrilah yang tidak bisa berhemat.</p>
<p>Dalam sebuah kasus, ada istri yang terpaksa bekerja membantu mencari nafkah, ia harus membanting tulang sejak pagi hingga menjelang petang. Belum lagi urusan rumah tangga sepenuhnya masih ditanganinya; menyiapkan sarapan sejak sebelum subuh, memandikan anak balita, menyiapkan keperluan anak yang sudah sekolah, menyiapkan keperluan suami dan dirinya sendiri. Ketika pulang kerja kerja dalam keadaan penat, anak-anak belum terurus, makan malam belum disiapkan, rumah masih berantakan, piring kotor berserakan, dan sang istri harus menyelesaikannya semuanya. Menjelang tengah malam barulah ia sempat membaringkan badan. Luar biasa lelah!</p>
<p>Sayang sekali, sang istri sering tidak mampu mengkomunikasikan kesulitannya dalam menangani rumah tangga, dan sang suami terbiasa memandangnya sebagai seorang <em>super woman</em>. Padahal persoalan-persoalan yang meruak dalam rumah tangga sebagian besar hanyalah karena tidak terjadi kerjasama dan komunikasi yang baik antar suami-istri dalam menghadapi krisis. Jika demikian, saling pengertian tidak bisa ditumbuhkan.</p>
<p>Rumah tangga yang dibangun bersama akan berjalan baik jika masing-masing merasa memiliki. Istri akan rela membantu suami mengatasi krisis keuangan, karena bukankah suami dan anak-anaknya adalah bagian dari rumah tangganya juga. Suami ikhlas membantu saat istri penat mengurus rumah tangga dan anak-anaknya, karena bukankah mereka adalah orang-orang yang berada di bawah pengayoman dan perlindungannya. Komunikasi dan kerjasama antar keduanya selayaknya lebih baik dari dua orang yang bersahabat.</p>
<p>Rasulullah saw. bersabda: <em>“Sesungguhnya perempuan adalah saudara laki-laki. “</em><strong> (HR Abu Dawud dan an-Nasa’i).</strong></p>
<p><strong>Tetap Istiqamah Mengemban Dakwah</strong></p>
<p>Sering krisis keuangan dalam rumah tangga menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban mengemban dakwah. Tidak hanya para ibu, tetapi juga para bapak.</p>
<p>“Nanti sajalah, saya akan aktif kembali berdakwah kalau masalah keuangan beres,” demikian alasan yang sering dilontarkan. Padahal tak ada yang tahu, kapan masalah keuangan akan selesai. Sungguh tepat, bahwa hal yang mampu melepaskan diri dari berbagai krisis hanyalah tetap teguh mengemban dakwah. Seorang kawan menyampaikan nasihat, “Dalam keadaan sesulit apapun, tetaplah berjuang mengemban dakwah Islam. Para sahabat Nabi saw. dalam keadaan teraniaya, tersiksa, menderita lemah dan lapar, mereka tetap teguh dan semakin bergelora untuk memperjuangkan kemuliaan Islam. Sebab,  mereka yakin, pertolongan Allah sangat dekat pada hamba-hamba-Nya yang menolong agama-Nya.”</p>
<p>Keteguhan pasangan suami istri untuk tetap menolong agama Allah, dalam kondisi krisis keuangan akan membantu mengokohkan iman, melapangkan hati, melahirkan keikhlasan dan menguatkan tawakal. Krisis ekonomi rumah tangganya justru membuat dirinya semakin dekat dengan Allah. Alangkah berharga nilai keimanan di saat krisis.</p>
<p>Dalam keadaan hati yang ikhlas dan lapang, berbagai ide kreatif untuk menyelesaikan masalah, insya Allah, akan mudah digulirkan. Bandingkan dengan hati yang terbebani dan perasaan yang selalu merasa menderita. Perasaan semacam ini hanya akan membuat pikiran terasa sempit, akal tak lagi bisa berpikir jernih, apalagi bertindak produktif. <strong> </strong></p>
<p><strong>[<em>Lathifah Musa</em>] </strong>via <a href="http://baitijannati.wordpress.com" target="_blank"><em>baitijannati.wordpress.com</em></a></p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="mengatasi krisis ekonomi">mengatasi krisis ekonomi</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="kumpulan tips membuka warung sembako">kumpulan tips membuka warung sembako</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="masalah keuangan rumah tangga">masalah keuangan rumah tangga</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="mengatasi keuangan">mengatasi keuangan</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="anggaran belanja rumah tangga secara islami">anggaran belanja rumah tangga secara islami</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="tip berhemat uang belanja dapur">tip berhemat uang belanja dapur</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="tip menghadapi krisis keuangan">tip menghadapi krisis keuangan</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="tips keuangan keluarga islam">tips keuangan keluarga islam</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="tips keuangan rumah tangga islam">tips keuangan rumah tangga islam</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="tips memecahkan masalah keluarga islami">tips memecahkan masalah keluarga islami</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="tips mengatur keuangan secara islam">tips mengatur keuangan secara islam</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="tips rumah tangga islami">tips rumah tangga islami</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="tips tips menyelesaikan permaslahan rumah tangga dalam islam">tips tips menyelesaikan permaslahan rumah tangga dalam islam</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="strategi agar daerah tidak mengalami krisis ekonomi">strategi agar daerah tidak mengalami krisis ekonomi</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="problem rumah tangga dan solusi secara islami">problem rumah tangga dan solusi secara islami</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="cara mengatasi keuangan">cara mengatasi keuangan</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="cara mengatasi masalah keuangan">cara mengatasi masalah keuangan</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="Kiat hadapi krisis keuangan keluarga">Kiat hadapi krisis keuangan keluarga</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="mengatasi keuangan keluarga">mengatasi keuangan keluarga</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html" title="mengatasi krisis keuangan masjid">mengatasi krisis keuangan masjid</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-mengatasi-krisis-keuangan-rumah-tangga-islami.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Jitu Melunasi Hutang dengan Cepat dan Mudah</title>
		<link>http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jan 2010 23:23:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[cara berhutang]]></category>
		<category><![CDATA[tips melunasi hutang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[CARA MELUNASI HUTANG Oleh: Ahmad Gozali Mas Gozali, Saya dan suami saat ini berutang sekitar Rp.7000.000,-. Karena pendapatan suami selama ini setiap bulan hanya sekitar Rp. 2000.000,-, itu juga tidak pasti kadang kurang, jadinya saya sering meminjam dari teman hingga &#8230; <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CARA MELUNASI HUTANG<br />
Oleh: Ahmad Gozali</p>
<p>Mas Gozali,<br />
Saya dan suami saat ini berutang sekitar Rp.7000.000,-. Karena pendapatan suami selama ini setiap bulan hanya sekitar Rp. 2000.000,-, itu juga tidak pasti kadang kurang, jadinya saya sering meminjam dari teman hingga akhirnya menumpuk banyak. Memang teman tidak menagih pembayarannya, tapi saya merasa tidak enak. Mohon bantuan solusinya. Terima kasih.<span id="more-377"></span></p>
<p>NN 0812590XXXX</p>
<p>Jawaban:<br />
Ibu NN,</p>
<p>Satu hal yang paling penting untuk diperhatikan jika kita ingin terbebas dari hutang, adalah niat kuat kita untuk mau membayar hutang kita, apapun yang terjadi, bagaimanapun caranya. Karena yang namanya sudah kewajiban, maka sedapat mungkin kita lunasi. Nah, perasaan tidak enak Anda itu merupakan indikasi yang baik, artinya Anda merasa ingin segera melunasi hutang Anda. Karena banyak juga lho yang tidak punya itikad baik untuk segera melunasi hutang. Dengan alasan kondisi keuangan sedang kurang baik lah, terpakai untuk ini itu lah, dan lainnya. Baik itu alasan yang memang benar, maupun alasan yang dibuat-buat supaya benar. Jangankan merasa tidak enak karena punya hutang, merasa punya hutang pun tidak.</p>
<p>Dengan adanya itikad yang kuat untuk melunasi hutang, maka kita akan terpacu untuk bisa mengelola keuangan kita lebih baik lagi, dan bukannya mencari kambing hitam agar bisa menunda atau mengurangi pembayaran hutang kita. Dengan penghasilan Rp 2 juta, sepertinya bukan masalah besar untuk bisa melunasi pinjaman sebesar Rp 7 juta tersebut. Selama hutang tersebut tidak berbunga dan terus berbunga, Anda bisa melunasinya dengan baik.</p>
<p>Tentunya tidak perlu memaksakan diri menunggu dapat rezeki lebih dan langsung melunasi hutang Rp 7 juta tersebut, karena itu sama saja dengan mengkhianati kepercayaan yang diberikan oleh teman Anda yang memberi hutang. Buat saja komitmen untuk membayar hutang tersebut secara bertahap alias diangsur. Misalnya, Anda punya komitmen untuk mencicil Rp 200 ribu setiap bulan. Maka dalam waktu 14 bulan, hutang Anda sudah lunas. Percayalah, walaupun sedikit demi sedikit mengangsur, hal ini akan lebih baik bagi Anda dan peminjam, daripada mencari cara untuk bisa melunasinya dengan cepat, tapi tidak juga dijalankan. Bagi peminjam, angsuran merupakan kepastian, sehingga hal ini bisa menjaga hubungan baik diantara Anda berdua.</p>
<p>Ingat, pembayaran cicilan hutang itu lebih prioritas daripada memenuhi biaya hidup yang lebih banyak bersifat keinginan daripada kebutuhan. Agar tidak merasa terlalu berat membayar hutang Rp 200ribu padahal penghasilan cuma Rp 2 juta, potong penghasilannya di awal. Sebelum dipakai untuk yang lain, potong dulu untuk bayar hutang, anggap saja penghasilan Anda hanya Rp 1,8 juta.</p>
<p>Saya tidak tahu Anda tinggal dimana dan apakah Anda punya anak kecil atau tidak sehingga saya tidak tahu berapa sih kebutuhan minimum keluarga Anda. Tapi prinsipnya sederhana saja untuk penghasilan berapapun. Kalau Anda merasa penghasilan Anda 2 juta, maka Anda akan mensetting pengeluaran pun sebesar 2 juta. Tapi kalau Anda merasa penghasilan hanya Rp 1,8 juta, maka yang ada di kepala adalah pengeluaran sebesar Rp 1,8 juta saja.</p>
<p>Selamat mencoba, semoga jalan Anda dimudahkan oleh yang Maha Kuasa.</p>
<p>Dikutip dari Wanita Indonesia No. 933, 2007</p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="cara membayar hutang dengan cepat">cara membayar hutang dengan cepat</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="cara melunasi hutang dengan cepat">cara melunasi hutang dengan cepat</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="tips melunasi hutang">tips melunasi hutang</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="cara bayar hutang dengan cepat">cara bayar hutang dengan cepat</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="cara jitu melunasi hutang">cara jitu melunasi hutang</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="cara gampang bayar utang">cara gampang bayar utang</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="melunasi hutang dengan cepat">melunasi hutang dengan cepat</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="bantu bayar hutang">bantu bayar hutang</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="sulusi atasi bayar utang">sulusi atasi bayar utang</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="tips cepat bayar hutang">tips cepat bayar hutang</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="cara cepat bayar hutang islami">cara cepat bayar hutang islami</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="tip melunasi hutang yang besar">tip melunasi hutang yang besar</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="tifs melunasi hutang">tifs melunasi hutang</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="supaya tdk cepat tua">supaya tdk cepat tua</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="Tips cara cepat melunasi hutang">Tips cara cepat melunasi hutang</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="supaya cepat lunasi hutang">supaya cepat lunasi hutang</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="supaya cepat bayar hutang">supaya cepat bayar hutang</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="kiat jitu melunasi hutang">kiat jitu melunasi hutang</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="kiat melunasi hutang">kiat melunasi hutang</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html" title="kiat mudah membayar hutang menurut islam">kiat mudah membayar hutang menurut islam</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/cara-jitu-melunasi-hutang-dengan-cepat-dan-mudah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Belanja Hemat Untuk Anak Kost</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-belanja-hemat-untuk-anak-kost.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-belanja-hemat-untuk-anak-kost.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 04:33:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[tips anak kost]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Punya penghasilan sendiri, bukan berarti bisa belanja seenaknya. Apalagi kita anak kost, jauh dari ortu, musti punya tabungan tuch… salah-salah kita ngak bisa makan di akhir bulan n musti ngutangn ama temen se-kost gara-gara duit gaji abis buat belanja ngak &#8230; <a href="http://tipsoke.com/tips-belanja-hemat-untuk-anak-kost.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Punya penghasilan sendiri, bukan berarti bisa belanja seenaknya. Apalagi kita anak kost, jauh dari ortu, musti punya tabungan tuch… salah-salah kita ngak bisa makan di akhir bulan n musti ngutangn ama temen se-kost gara-gara duit gaji abis buat belanja ngak karuan…. kan malu. Makanya simak tips hemat berikut yah.<span id="more-262"></span></p>
<p><strong>Trik Belanja Hemat ala Anak Kost :</strong></p>
<ul>
<li> Setiap abis gajian, sisihkan terlebih dahulu sebagian gaji kita untuk ditabung, ini harus di lakukan di awal bulan untuk ”memaksakan” diri kita untuk menabung.</li>
<li> Ikutan arisan, nah ini buat yang ngak bisa nabung coz pengeluarannya banyak alias boros. Sebenernya dengan ikutan arisan, kita udah nabung, cuman klo arisan ngak bisa diambil semau kita.</li>
<li> Pisahkan rekening untuk keperluan sehari-hari dengan rekening saving, emang keliatan ribet sieh… tapi udah terbukti cukup efektif loh… jadi kita musti sabar ngeluangin waktu transfer sebagian duit ke rekening saving.</li>
<li> Pilih rekening saving yang biaya administrasi bulanannya kecil, untuk rekening keperluan sehari-hari, pilih-pilih ATM yang baik yah… maksudnya klo bisa jangan gunakan ATM bersama, gunakan sesuai dengan BANK-nya, lumayan kan hemat 3000 perak sekali transaksi.</li>
<li> Catering, ini lumayan ngebatasin pengeluaran, coz kita udah nyisihin duit buat makan 1 bulan ke depan, klo kebutuhan beras palingan kan bisa di kira-kira. Minimal kita kebiasa ngak jajan di luar… kan udah ada catering</li>
<li> Jangan mudik mulu…. waaahhh nie ngak bisa tuh.. apalagi buat V, pasti</li>
<li> Catat semua keperluan sehari-hari sebelum belanja, prioritaskan untuk belanja sesuai catatan yang kita buat</li>
<li> Jangan terlalu terpengaruh mode, periksa kembali lemari baju, padu padankan pakaian lama kita, tanpa harus beli yang baru</li>
<li> Belanja pakaian dengan model, motif dan warna yang netral, biar bisa di padu padankan.</li>
<li> Jangan biasakan menyimpan uang cash terlalu banyak di dompet, ini akan membuat kita merasa ”punya uang” dan kemudian membeli barang-barang yang sebetulkan tidak kita perlukan, sediakan uang secukupnya di dompet</li>
<li> Jangan biasakan ngutang… ntar jadi habit niey</li>
<li> Oh… iya jangan lupa zakatnya yah… Insya Allah kita ngak bakal kekurangan deh.</li>
</ul>
<p>Segitu dulu deh tips-tipsnya, semoga bermanfaat</p>
<p><em>rumahvhietha.blogsome.com</em></p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/tips-belanja-hemat-untuk-anak-kost.html" title="belanja hemat anak kos">belanja hemat anak kos</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-belanja-hemat-untuk-anak-kost.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengatur Keuangan Dengan Financial Planner</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-mengatur-keuangan-dengan-financial-planner.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-mengatur-keuangan-dengan-financial-planner.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 23:37:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[tips keuangan pribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Financial planner atau perencana keuangan seakan kini tidak asing lagi bagi penduduk perkotaan terutama di ibukota negara ini. Profesi di bidang keuangan itu awalnya menimbulkan kerancuan karena seolah profesi perencana keuangan hanya terdapat di perusahaan asuransi jiwa saja. Belakangan, masyarakat &#8230; <a href="http://tipsoke.com/tips-mengatur-keuangan-dengan-financial-planner.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Financial planner atau perencana keuangan seakan kini tidak asing lagi bagi penduduk perkotaan terutama di ibukota negara ini. Profesi di bidang keuangan itu awalnya menimbulkan kerancuan karena seolah profesi perencana keuangan hanya terdapat di perusahaan asuransi jiwa saja.<span id="more-248"></span></p>
<p>Belakangan, masyarakat makin faham dan profesi itu juga bisa berlaku di industri keuangan yang lain seperti di perusahaan sekuritas dengan investment management dan perbankan dengan divisi wealth management. Sehingga, sudah sepantasnyalah apabila profesi ini kemudian berkembang di seluruh sektor keuangan. Sebab, financial planning merupakan pendekatan untuk need base analysis, suatu pendekatan bagaimana memenuhi berbagai kebutuhan keuangan dalam hidup ini.</p>
<p>Manusia, selalu ingin memenuhi seluruh kebutuhan keuangan sejak dilahirkan hingga memasuki masa tua nanti. Tapi, tidak banyak orang yang bisa mengatur dan memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk itu, lahirlah para pemikir yang menyebut dirinya sebagai financial planner untuk memecahkan persoalan kebutuhan keuangan bagi suatu keluarga. Mulai dari kebutuhan bagi dana pendidikan anak-anaknya, investasinya, hari pensiunnya maupun warisan ketika ia harus meninggalkan dunia yang fana ini.</p>
<p>Namun, dalam pandangan Hendri Hartopo, financial planner independen, perencana keuangan menghadapi kendala ketika seorang financial planner di satu industri keuangan tertentu hanya memasarkan produk yang diluncurkan perusahaannya.</p>
<p>Hendri menyebut misalnya perencana keuangan dari agen asu-ransi karena misinya adalah memasarkan produknya. Sedangkan bagi perusahaan sekuritas, maka si perencana keuangan hanya akan menasehatkan kepada nasabah jenis investasi saja. Demikian juga untuk perbankan. Akhirnya, perencana keuangan hanya mementingkan fokus usahanya.</p>
<p><strong>Seimbang</strong><br />
Sebagai perencana keuangan yang independen, Hendri menjadi seimbang dalam melihat produk keuangan, antara perusahaan asuransi, sekuritas dan perbankan. Sehingga, dia tidak hanya terfokus di satu produk tertentu saja.</p>
<p>Oleh karena nasabah datang dengan segala kebutuhannya, seorang perencana keuangan harus memulai kegiatannya dengan menanyakan kebutuhannya. Jenis kebutuhan apa saja yang diperlukan bagi perencanaan keuangan keluarganya atau bagi bisnisnya.</p>
<p>Seorang perencana keuangan tidak hanya menyarankan kepada produknya saja, melainkan juga strategi bagaimana menggabungkan kebutuhan asuransi dan investasi. Hendri memberikan contoh, A setiap bulan membayar uang pertanggungan Rp5 juta untuk meng-cover kebutuhan yang diperlukan istri dan anak-anaknya jika mendadak dirinya meninggal. Dalam kasus ini, dia memberikan gambaran dari beberapa jenis asuransi yang terdiri dari termlife, wholelife dan indomen, maka yang paling favourable bagi nasabah adalah termlife.</p>
<p>Dengan termlife, berarti nasabah tidak harus membayar seluruh uang pertanggungan sebesar Rp 5 juta, tapi cukup kira-kira 20%-nya saja atau Rp1 juta. Sedangkan sisanya yang sebesar 80% ditabung sendiri dengan cara konsisten dan disiplin sehingga akan menghasilkan nilai investasi yang jauh lebih besar ketimbang semuanya untuk membayar premi. Termlife, seperti halnya asuransi mobil, sehingga kalau tidak terjadi apapun maka uang akan hangus dan ini berlaku setiap tahun. Sehingga, kalaupun tidak terjadi klaim, maka angka 20% adalah relatif kecil dan nasabah tidak rugi.</p>
<p>Strategi itu disebut by term invest the rest. Dia yakin tidak ada strategi lain yang bisa mengalahkannya. &#8220;Dengan cara menabungkan sisanya secara konsisten dan disiplin, nothing can&#8217;t be done.&#8221;</p>
<p>Bagaimanapun juga, perencana keuangan hanya sebatas membantu memecahkan persoalan perencanaan keuangan Anda, sebagian saja. Sebab yang lebih tahu kebutuhan keuangan secara keseluruhan adalah Anda sendiri. Namun, jika Anda menggunakan jasa perencana keuangan, sebaiknya Anda juga mencermati beberapa tips berikut ini:</p>
<ol>
<li>Perencana keuangan yang bisa dipercaya dan jujur. Adakah conflict of interest pada si financial planner itu?</li>
<li>Anda juga harus peduli dengan investasi Anda sendiri dan memberikan pembelajaran. Ingatlah kata-kata nobody cares about our money, but ourselves. Jadi, pilihlah financial planner yang senantiasa mengajak Anda untuk selalu belajar berinvestasi.</li>
<li>Anda harus mengenali risk profilling diri sendiri.</li>
</ol>
<p>Nah, saatnya bagi Anda untuk mengatur perencanaan keuangan, melalui diri sendiri atau meminta bantuan financial planner.</p>
<p><em>cyberjob.cbn.net.id</em></p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/tips-mengatur-keuangan-dengan-financial-planner.html" title="hendri hartopo">hendri hartopo</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-mengatur-keuangan-dengan-financial-planner.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

