<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tips Oke &#187; Ibu dan Anak</title>
	<atom:link href="http://tipsoke.com/category/keluarga/ibu-dan-anak/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tipsoke.com</link>
	<description>Kumpulan tips pilihan bergaransi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 14:37:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Tips Menitipkan Anak di Daycare dengan Aman</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-menitipkan-anak-di-daycare-dengan-aman.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-menitipkan-anak-di-daycare-dengan-aman.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 23:13:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[daycare]]></category>
		<category><![CDATA[penitipan anak]]></category>
		<category><![CDATA[taman penitipan anak]]></category>
		<category><![CDATA[TPA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=744</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini, daycare atau taman penitipan anak (TPA) bisa jadi solusi bagi ibu sibuk. Apalagi bila Anda tidak terlalu percaya si kecil diurus oleh babysitter. Banyak hal positif yang bisa didapat Anda dan buah hati dengan memanfaatkan daycare. Si kecil &#8230; <a href="http://tipsoke.com/tips-menitipkan-anak-di-daycare-dengan-aman.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini, daycare atau taman penitipan anak (TPA) bisa jadi solusi bagi ibu sibuk. Apalagi bila Anda tidak terlalu percaya si kecil diurus oleh babysitter. Banyak hal positif yang bisa didapat Anda dan buah hati dengan memanfaatkan daycare. Si kecil senang, ibu pun tenang. Tapi, Anda juga harus cermat memilih daycare. Apa saja yang harus dipertimbangkan?<span id="more-744"></span></p>
<p><strong>Survey, survey, survey</strong><br />
Jangan langsung memilih satu TPA tanpa ada perbandingan. Anda bisa bertanya pada teman-teman yang pernah memakai jasa daycare atau dapat mencari info lewat browsing internet.</p>
<p>Jangan hanya mencari tahu tentang kelebihannya, tapi selidiki juga kekurangannya. Setelah mendapat sedikit info, tak ada salahnya Anda mendatangi langsung. Dengan begitu, Anda bisa melihat sendiri apakah kabar miring yang sempat beredar benar atau tidak.<br />
<strong><br />
Yang mahal, pasti berkualitas?</strong><br />
Belum tentu. Memang, biasanya daycare mahal, fasilitasnya lebih lengkap, dan memperkerjakan tenaga profesional. Plus, iming-iming si kecil bisa makin pintar. Tapi, hal ini juga bisa tergantung dari kenyamanan si kecil. Coba juga ajak si kecil ke tempat tersebut. Jika mereka cukup antusias mencoba fasilitas di sana, itu sudah menjadi ‘lampu hijau’ buatnya.</p>
<p>Perlu Anda ketahui, ada beberapa daycare yang membuat aturan denda. Jika terlambat menjemput si kecil, Anda bisa dikenai denda terlambat tiap 15 menit.</p>
<p><strong>Kenali lewat wawancara </strong><br />
Biasanya sebelum mempekerjakan pekerja di rumah atau di kantor, Anda akan melakukan wawancara. Tak ada salahnya Anda melakukan cara itu untuk mengetahui seperti apa orang-orang yang akan mengasuh si kecil.</p>
<p>Memang, tenaga profesional, seperti dokter atau psikolog, bisa membantu si kecil dalam berbagai hal. Pastinya, Anda akan merasa tenang jika buah hati terpantau dengan baik. Cari tahu juga apakah mereka juga stand by di tempat itu. Sehingga jika terjadi kondisi darurat, mereka ada di tempat.</p>
<p><strong>Pilih yang punya program edukatif<br />
</strong>Program di daycare sangat variatif. Ini penting, mengingat anak mudah sekali bosan. Kalau kegiatan yang dilakukan monoton, bisa-bisa anak jadi malas dan enggan dititipkan. Akan lebih baik jika daycare juga punya kegiatan edukatif. Misalnya, membuat mainan sendiri dari kaleng bekas, dan diajarkan mencintai lingkungan.</p>
<p>Hal positif yang mungkin terjadi, anak Anda bisa lebih mandiri, dan tidak gampang merengek. Di sana, mereka bisa bermain dengan teman dari berbagai usia dan mendapat pengawasan dari para pengajar. Stimulasi yang diberikan selama ini positif. Selain bermain, ada juga sesi mengasah kemampuan motorik halus, sehingga permainan lebih terarah untuk perkembangannya.</p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/tips-menitipkan-anak-di-daycare-dengan-aman.html" title="tips menitipkan anak">tips menitipkan anak</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-menitipkan-anak-di-daycare-dengan-aman.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Agar Anak Semangat Kembali ke Sekolah</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-agar-anak-semangat-kembali-ke-sekolah.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-agar-anak-semangat-kembali-ke-sekolah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 23:12:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[ayo sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[kembali ke sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[masuk sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah lagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=742</guid>
		<description><![CDATA[Liburan panjang akhir tahun sudah berakhir. Kini saatnya si kecil harus kembali menjalankan rutinitas ke sekolah. Hal ini tentu tidak mudah. Setelah selama beberapa hari bahkan pekan mereka menikmati liburan tanpa beban, kini buah hati Anda harus menghadapi pelajaran dan &#8230; <a href="http://tipsoke.com/tips-agar-anak-semangat-kembali-ke-sekolah.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Liburan panjang akhir tahun sudah berakhir. Kini saatnya si kecil harus kembali menjalankan rutinitas ke sekolah. Hal ini tentu tidak mudah. Setelah selama beberapa hari bahkan pekan mereka menikmati liburan tanpa beban, kini buah hati Anda harus menghadapi pelajaran dan tugas-tugas yang tentu makin sulit.</p>
<p>Rasa cemas pun pasti ada pada diri si kecil menghadapi kembali rutinitas sekolah. Oleh karena itu, sebaiknya Anda membantunya menyiapkan diri menyambut kembali saat-saat bersekolah.<span id="more-742"></span></p>
<p><strong>Selesaikan pekerjaan rumah</strong><br />
Biasanya saat liburan, anak mendapat tugas yang harus dikerjakan saat liburan. Mendekati saat masuk sekolah, pastikan si kecil sudah menyelesaikan tugas-tugasnya. Akan lebih baik jika anak sudah menyelesaikan tugasnya jauh-jauh hari. Jika tidak, akan timbul kepanikan yang membuat anak makin enggan berangkat sekolah.</p>
<p><strong>Siapkan peralatan baru</strong><br />
Salah satu hal yang membuat anak semangat kembali ke sekolah adalah peralatan sekolah baru. Biarkan anak memilih sendiri buku tulis dan alat tulis dengan karakter lucu yang mereka suka. Hal itu akan membuat mereka semangat belajar dan juga menjadi sarana bersosialisasi dengan teman-temannya. Akan lebih menyenangkan jika Anda mengajari anak untuk membuat pernik-pernik peralatan sekolahnya sendiri. Misalnya tempat pensil hasil kreasi sendiri. Benda-benda hasil prakarya tentu akan membuat anak lebih bangga.</p>
<p><strong>Pola Tidur</strong><br />
Selama liburan, pola tidur anak tidak beraturan. Jika pada musim sekolah mereka terbiasa bangun pagi, di saat liburan mereka lebih bebas bangun siang. Sedangkan malam hari, mereka berangkat tidur lebih malam. Agar anak kembali ke pola tidur pada saat sekolah, beberapa hari menjelang liburan berakhir, biasakan anak menepati jadwal tidur dan bangun seperti saat sekolah. Sehingga pada saat sekolah sudah dimulai, anak sudah siap dengan pola yang lama.</p>
<p><strong>Teman-teman</strong><br />
Lingkungan sosial yang menyenangkan di sekolah bisa membuat anak bersemangat kembali ke sekolah. Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda tak semangat berangkat sekolah, ingatkan dia pada teman-temannya di sekolah. Jika hubungan sosial anak dengan teman-teman sekolahnya cukup baik, akan ada rasa rindu bertemu teman-temannya itu. Terlebih setelah liburan panjang, anak telah menyimpan banyak pengalaman yang bisa diceritakan pada teman-temannya.</p>
<p><strong>Bekal sekolah</strong><br />
Siapkan pula bekal sekolah yang menarik untuk si kecil. Ajak dia membantu menyusun ide dan menyiapkan bekal sekolahnya sendiri. Dengan demikian, akan ada rasa bangga terhadap bekal hasil buatannya sendiri.</p>
<p><a href="http://kosmo.vivanews.com/news/read/19282-semangat_kembali_ke_sekolah" target="_blank">sumber</a></p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/tips-agar-anak-semangat-kembali-ke-sekolah.html" title="ANAK SEMANGAT">ANAK SEMANGAT</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-agar-anak-semangat-kembali-ke-sekolah.html" title="kiat-kiat semangat sekolah">kiat-kiat semangat sekolah</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-agar-anak-semangat-kembali-ke-sekolah.html" title="sekolah oke">sekolah oke</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-agar-anak-semangat-kembali-ke-sekolah.html" title="semangat dua anak">semangat dua anak</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-agar-anak-semangat-kembali-ke-sekolah.html" title="tips agar semangat bersekolah">tips agar semangat bersekolah</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-agar-anak-semangat-kembali-ke-sekolah.html" title="tips agar semangat ke sekolah">tips agar semangat ke sekolah</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-agar-anak-semangat-kembali-ke-sekolah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IQ Menurun Hingga 15 Poin Gara-gara Kurang Gizi</title>
		<link>http://tipsoke.com/iq-menurun-hingga-15-poin-gara-gara-kurang-gizi.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/iq-menurun-hingga-15-poin-gara-gara-kurang-gizi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jun 2010 22:25:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[gizi buruk]]></category>
		<category><![CDATA[iq menurun]]></category>
		<category><![CDATA[iq rendah]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan gizi anak]]></category>
		<category><![CDATA[kurang gizi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=718</guid>
		<description><![CDATA[Kekurangan gizi anak pada masa kehamilan ibu dan usia dini anak selain menyebabkan keterlambatan dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik, juga akan mengganggu perkembangan kognitif yang menyebabkan berkurangnya IQ (intelligence quotient) hingga 15 poin. Menurut Pakar Gizi Prof dr Fasli &#8230; <a href="http://tipsoke.com/iq-menurun-hingga-15-poin-gara-gara-kurang-gizi.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kekurangan gizi anak pada masa kehamilan ibu dan usia dini anak selain menyebabkan keterlambatan dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik, juga akan mengganggu perkembangan kognitif yang menyebabkan berkurangnya IQ (<em>intelligence quotient</em>) hingga 15 poin.</p>
<p>Menurut Pakar Gizi <strong>Prof dr Fasli Jalal PhD</strong>, hal itu berarti Indonesia berpotensi kehilangan poin IQ mencapai 17-22 juta poin akibat adanya 1,7 juta anak balita menderita gizi buruk pada 2005.<span id="more-718"></span></p>
<p>&#8220;Iodium adalah zat gizi mikro yang paling penting dalam mencegah gangguan otak yang dapat menimbulkan menurunnya kemampuan intelektual, melambatnya psikomotor dan menyebabkan keterbelakangan mental,&#8221; katanya.</p>
<p><strong>Fasli</strong> menyebutkan dalam makalahnya, kebutuhan gizi dibagi atas dua bagian yaitu kebutuhan zat-zat gizi makro seperti energi, protein dan lemak dan kebutuhan zat gizi mikro yakni vitamin dan mineral.</p>
<p>Zat gizi makro berfungsi pada proses metabolisme otak dan peningkatan efisiensi proses rangsangan otak, sehingga kekurangan gizi makro menyebabkan terganggunya asupan makanan ke otak dan terganggunya proses metabolisme otak, ujarnya.</p>
<p>Kekurangan asupan protein-energi pada ibu hamil muda di bawah 24 minggu akan menyebabkan jumlah sel-sel otak anaknya berkurang dan kekurangan asupan ini pada akhir kehamilan menyebabkan ukuran sel syaraf anaknya menjadi kecil.</p>
<p>&#8220;Kekurangan asupan protein-energi yang berat pada ibu hamil dapat menurunkan berat otak anak sampai 25%,&#8221; katanya mengutip pakar gizi lainnya.</p>
<p>Energi, ujarnya sangat dibutuhkan otak. Selain untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan otak, energi diperlukan untuk metabolisme sel-sel syaraf. Demikian juga lemak yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan otak di mana lebih dari 60% berat otak adalah lemak.</p>
<p>Sedangkan zat gizi mikro seperti iodium, asam folat, zat besi, seng, tembaga, vitamin, dan cholin, diperlukan dalam pertumbuhan otak.</p>
<p>Asam folat berfungsi untuk pembentukan tabung syaraf, zat besi untuk pembentukan mielin, monoamin dan mendukung metabolisme energi di sel syaraf dan sel glia, seng diperlukan untuk pembentukan DNA, tembaga untuk metabolisme energi sel syaraf dan sel glia, dan cholin untuk membentuk neurotransmitter, metilasi DNA dan pembentukan mielin, urainya.</p>
<p>Sedangkan Vitamin D berperan pada kemampuan daya ingat, kontrol motorik dan keseimbangan emosi, vitamin A untuk pembentukan struktur sel syaraf, vitamin E berfungsi dalam proteksi dari membran sel-sel syaraf, vitamin B6 dan B12 untuk pembentukan neurotransmitter, vitamin C berfungsi sebagai antioksidan dan vitamin B1 memproduksi energi.</p>
<p><a href="http://www.kapanlagi.com/a/old/kurang-gizi-turunkan-iq-hingga-15-poin.html" target="_blank"><em>sumber</em></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/iq-menurun-hingga-15-poin-gara-gara-kurang-gizi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menyenangkan Menyiapkan Anak Masuk Sekolah Pertama Kali</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-menyenangkan-menyiapkan-anak-masuk-sekolah-pertama-kali.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-menyenangkan-menyiapkan-anak-masuk-sekolah-pertama-kali.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 May 2010 22:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak masuk sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[anak sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[masuk sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi anak sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=674</guid>
		<description><![CDATA[TERNYATA menyiapkan si anak masuk sekolah bukan persoalan mudah. Tak semudah mengembalikkan telapak tangan. Ternyata menyiapkan anak masuk sekolah tak hanya berhenti pada menyiapkan biaya dan berbagai keperluan lain. Ternyata menyiapkan anak masuk sekolah tak berhenti hanya pada mengatakan &#8220;ya&#8221; &#8230; <a href="http://tipsoke.com/tips-menyenangkan-menyiapkan-anak-masuk-sekolah-pertama-kali.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TERNYATA</strong> menyiapkan si anak masuk sekolah bukan persoalan mudah. Tak semudah mengembalikkan telapak tangan. Ternyata menyiapkan anak masuk sekolah tak hanya berhenti pada menyiapkan biaya dan berbagai keperluan lain. Ternyata menyiapkan anak masuk sekolah tak berhenti hanya pada mengatakan &#8220;ya&#8221; pada keinginan si anak untuk sekolah. Masih ada hal lain yang mesti diperhatikan sebelum anak dibiarkan masuk sekolah. Bahkan hal lain ini menjadi hal paling penting yang tak semestinya ditinggalkan atau dianggap remeh.<span id="more-674"></span></p>
<p>Berikut ini kami berikan beberapa poin yang bisa dijadikan pegangan untuk menyiapkan anak-anak Anda untuk masuk ke sebuah sekolah. Ke sebuah lingkungan pendidikan yang baru. Tapi poin-poin ini bukan kata akhir. Anda masih harus membuka mata dan telinga terhadap berbagai unsur atau informasi yang berguna untuk kelancaran dan kelangsungan pendidikan anak Anda.</p>
<p><strong>Biarkan anak berbicara.</strong></p>
<p>Anda ingin anak Anda berhasil? Jangan memaksakan kehendak Anda. Anda ingin anak Anda bisa menikmati semua proses pendidikan di sekolah. Jangan menekan anak Anda untuk mengikuti keinginan Anda. Benar bahwa Anda ingin mencari sekolah favorit. Sekolah yang mahal. Tapi keinginan Anda itu tak akan berguna jika anak Anda tak suka. Apa artinya sebuah sekolah yang mahal tapi ternyata anak Anda tak enjoy? Bukankah yang menempuh pendidikan adalah anak Anda dan bukan Anda. Jadi, biarkan anak Anda memilih sekolah yang ia tahu dan rasa bisa membantunya mengaktualisasikan diri, bisa mengembangkan diri. Sikap semacam itu bisa membuatnya bisa lebih senang mengikuti proses yang ada di sekolah.</p>
<p><strong>Mengunjungi sekolah</strong>.</p>
<p>Poin berikut yang mesti Anda perhatikan adalah atmosfer sekolah. Ingat, situasi atau iklim sekolah turut berpengaruh terhadap kesuksesan belajar sang anak. Bukankah Anda tak mau memasukkan anak Anda ke sekolah yang iklimnya tak bagus? Itu berarti, sebelum Anda menjatuhkan pilihan Anda pada sebuah sekolah, Anda harus tahu lebih dulu situasi dan iklim sekolah itu. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah mengunjungi sekolah itu bagus untuk pendidikan anak Anda, Anda bisa langsung menjelaskan atau menunjukkan letak ruangan, peralatan sekolah atau juga guru-gurunya. Ini menjadi langkah awal yang baik supaya anak Anda tidak kaget, kagok dan bingung menghadapi situasi yang serbabaru.</p>
<p><strong>Membahas apa yang dirasakan anak.</strong></p>
<p>Setelah menentukan sekolah mana yang cocok, Anda pasti (atau mungkin) mengantarnya pada hari pertama sekolah. Dalam perjalanan ke sekolah itu, sebaiknya Anda mulai dengan pembicaraan ringan seputar sekolah. Seperti menguraikan tentang pengalaman baru yang akan dilaluinya. Dengan mengenali perasaannya sendiri, anak akan merasa lebih siap menghadapi atau menjalani situasi baru yang bakal segera dialaminya. Anda dapat menenangkan perasaannya dengan memberikan perhatian penuh dan mendengarkan apa yang ia ungkapkan. Anda sebaiknya juga membahas apa yang dirasakan anak. Dengarkan keluh kesahnya. Berikan jawaban sederhana yang membangun motivasi agar memiliki gambaran positif tentang sekolah.</p>
<p><strong>Memberikan penguatan.</strong></p>
<p>Anda kemudian dapat memberikan penguatan (encouragement), jika ternyata anak Anda takut, gugup dan bingung, bahwa semua yang dirasakannya itu sangat wajar pada tahap awal. Bahwa semua orang akan mengalami hal itu. Bahwa semua orang pasti punya kekagetan, kebingungan dan kegugupan yang sama. Lalu Anda bisa memberanikan anak Anda untuk menghadapinya dengan mengatakan bahwa Anda menyayanginya dan mendukungnya. Anda bisa juga mengatakan bahwa Anda akan berada di sisinya ketika ia membutuhkan Anda, sekalipun tidak duduk di sebelahnya di dalam kelas. Anda bisa juga mengajaknya berdoa agar ia memiliki keberanian.</p>
<p><strong>Jangan cemas.</strong></p>
<p>Sebagai orangtua Anda harus bersikap santai dan berpikir positif dalam menghadapi anak Anda yang akan mulai memasuki dunia sekolah yang baru. Ini menjadi hal yang penting Anda ketahui karena seringkali justru orangtua yang lebih cemas dalam menghadapi kondisi semacam itu. Jangan memperlihatkan kecemasan dan kegelisahan semacam itu akan menurunkan rasa percaya dirinya. Bukankah anak Anda bisa mengeluh, &#8220;Kalau orangtua saya bisa gelisah seperti ini, berarti ada hal yang tak beres.&#8221; Sebaiknya berikan si kecil dorongan semangat. Tak ada salahnya Anda mulai dengan joke ringan yang menghibur agar anak Anda menjadi lebih terhibur.</p>
<p><strong>Latih anak mengurus kebutuhan sendiri.</strong></p>
<p>Sebelum sekolah, anak sebaiknya sudah mampu mengurus kebutuhan dasar untuk dirinya sendiri. Misalnya, bisa makan sendiri tanpa bantuan, atau anak bisa memberitahukan kepada Anda jika ia lapar, haus, atau ingin buang air (kecil atau besar). Jika perlu, seminggu atau sepuluh hari sebelum sekolah dimulai Anda sudah mengatur jadwal untuk anak Anda. Misalnya, atur jadwal kapan anak Anda tidur, kapan bangun dan kapan bekerja. Ingat, pendidikan dan bimbingan dari orangtua adalah elemen paling penting dalam membangun sebuah karakter yang kuat.</p>
<p><strong>Latih anak untuk mendengar.</strong></p>
<p>Masuk sekolah sama dengan masuk dalam iklim yang baru. Bisa sangat lain daripada yang sebelumnya. Dan iklim yang baru itu sedikit banyak mempengaruhi kemampuan anak, antara lain kemampuan berbicara atau mengutarakan pendapat dan gagasan. Sebagai antisipasi atau latihan awal, Anda bisa mengajarkannya bagaimana harus mendengarkan orang lain. Latihlah anak Anda untuk mendengarkan pembicaraan orang lain serta bagaimana menanggapinya dengan baik. Setelah itu, latih kemampuan berbicaranya. Latih sesering mungkin. Sebaiknya gunakan bahasa yang baku, baik, dan benar. Penggunaan bahasa yang baik dan benar bisa membantu anak menangkap isi materi atau pembahasan.</p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/tips-menyenangkan-menyiapkan-anak-masuk-sekolah-pertama-kali.html" title="tips pertama kali mengajar">tips pertama kali mengajar</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-menyenangkan-menyiapkan-anak-masuk-sekolah-pertama-kali.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menyenangkan Mengajari Anak Makan Sendiri</title>
		<link>http://tipsoke.com/cara-menyenangkan-mengajari-anak-makan-sendiri.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/cara-menyenangkan-mengajari-anak-makan-sendiri.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 06:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak makan]]></category>
		<category><![CDATA[gizi anak]]></category>
		<category><![CDATA[makanan anak]]></category>
		<category><![CDATA[mengajari anak]]></category>
		<category><![CDATA[si kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[Makan sendiri? Mana mungkin? Bisa-bisa meja makan berantakan dan taplak kotor semua. Tapi itu memang salah satu risikonya. Karena, kalau tak sedini mungkin diajari, si kecil tak akan pernah bisa makan sendiri. Pada setiap jam makan Doni (3), Lucy selalu &#8230; <a href="http://tipsoke.com/cara-menyenangkan-mengajari-anak-makan-sendiri.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makan sendiri? Mana mungkin? Bisa-bisa meja makan berantakan dan taplak kotor semua. Tapi itu memang salah satu risikonya. Karena, kalau tak sedini mungkin diajari, si kecil tak akan pernah bisa makan sendiri.<span id="more-629"></span></p>
<p>Pada setiap jam makan Doni (3), Lucy selalu pusing. Bukannya duduk diam di meja makan memakan makanannya, Doni memilih kebut-kebutan keliling rumah dengan sepeda mininya. Alhasil, tiap jam makan, Lucy pun harus berteriak-teriak memberi aba-aba Doni, agar &#8220;Pak Sopir kecil&#8221; ini mengangakan mulutnya setiap kali mampir ke tempat duduknya. Tapi sampai kapan hal ini terus berlangsung?</p>
<p>Mengajarkan anak makan memang gampang-gampang susah. Diperlukan kesabaran ekstra untuk menghadapinya. &#8220;Tak bisa kita mengharapkan ia makan cepat-cepat. Pun tak bisa kita tinggal mereka makan sendirian. Bisa-bisa, meja makan kita penuh dengan tumpahan makanan mereka. Atau bahkan ia hanya main-main dengan makanannya. Yang paling baik adalah mendampingi mereka saat makan,&#8221; tutur <strong>Dra. Surastuti Nurdadi, MSi</strong> dari Fak. Psikologi UI.</p>
<p>Menurut Surastuti, mengajarkan makan sebaiknya sejak sedini mungkin. &#8220;Bahkan kalau bisa sejak ia bisa memegang sesuatu, saat usia 8 hingga 10 bulan. Ajarkan ia memegang makanan kering yang bisa digenggamnya. Misalnya, biskuit.&#8221; Anak yang sudah bisa memegang sesuatu, lanjutnya, biasanya juga mulai meniru orang dewasa. Bahkan hampir semua yang dipegang dimasukkan ke dalam mulutnya. &#8220;Nah, saat itulah ia kita latih untuk mulai makan sendiri.&#8221;</p>
<p>Mungkin untuk belajar makan sendiri pada usia 8-10 bulan belum memungkinkan. &#8220;Tapi pada usia itu kita justru melatih disiplin anak bahwa kalau makan, ya, di meja makan.&#8221; Misalnya, saat menyuapi si kecil bubur, suapilah sambil duduk di meja makan. &#8220;Yang penting, ia tahu, makan harus di meja makan. Jangan sambil jalan-jalan. Kalau kita latih ia sejak dini, lama-lama hal itu akan tertanam di benaknya.&#8221; Kebiasaan ini tetap harus dipegang saat ia diajak berkunjung ke rumah nenek atau saudaranya. &#8220;Sehingga ia akhirnya sadar, begitu didudukkan di kursi makan, berarti waktunya ia makan. Kalau ia belum bisa duduk, pangku, tapi tetap di meja makan.&#8221;</p>
<p>Kalaupun ia rewel, menolak makan di meja makan, jangan cepat-cepat menyerah lalu menyuapinya sambil berjalan-jalan. &#8220;Anak jadi tidak bisa menghargai waktunya makan. Lagi pula, sampai kapan ia akan begitu terus. Itulah perlunya melatih si kecil sejak dini.&#8221;</p>
<p>MOGOK MAKAN</p>
<p>Tahap berikutnya adalah mengajarkannya makan sendiri setelah si kecil telah bisa memegang peralatan makan dengan benar. Terutama pada saat ia berusia 1-3 tahun. &#8220;Tentunya dengan sendok dan garpu untuk ukuran mereka. Dan sebaiknya peralatan makan ini bergambar lucu yang menarik perhatian mereka.&#8221; Di saat ini, ibu sudah bisa melatih anak cara menyuapkan makanan ke mulut. &#8220;Selain melatih si kecil belajar makan, sekaligus kita juga melatih motorik tangan mereka. Karena kalau tidak dilatih sejak kecil, bisa jadi ia memegang sendok dan garpu itu dengan cara yang aneh, misalnya seperti orang yang mencangkul.&#8221;</p>
<p>Surastuti juga mengakui, untuk meminta si kecil duduk diam dengan manis di meja makan memang bukan pekerjaan mudah. Bisa saja terjadi, baru duduk 5 menit, ia sudah turun dan main kembali. &#8220;Itulah mengapa pada saat makan sebaiknya konsentrasikan ia pada makanan. Jangan biarkan hal-hal di luar dirinya mengganggu konsentrasinya.&#8221; Contohnya, jika ada anggota keluarga lain yang menonton teve, lebih baik segera dimatikan karena bisa jadi si kecil pun ingin ikutan menonton teve. &#8220;Bahkan hal ini bisa dijadikannya sebagai alasan untuk menolak makan. Kalaupun mau, makannya sambil menonton teve. Ini, kan, sama saja dengan merusak disiplin yang sudah kita ajarkan.&#8221;</p>
<p>Selain itu, mainan mereka pun lebih baik dijauhkan karena dapat mengganggu konsentrasi anak. &#8220;Jika ia memaksa membawa mainannya ke meja makan, tekankan padanya, ia boleh membawanya tapi tidak untuk dimainkan.&#8221;</p>
<p>Di sisi lain, sebagai orangtua, Anda juga harus maklum dan sabar jika meja makan menjadi berantakan dan taplak menjadi kotor karena ulah si kecil. &#8220;Namanya juga masih belajar. Wajar saja jika makanan itu loncat sana-sini. Karena itu, dampingilah ia selagi makan,&#8221; pesan Surastuti. Jika ia mengotori taplak dan Anda marah, &#8220;Ini akan menjadi pengalaman yang tidak mengenakkan pada si anak perihal makan. Kalau trauma makan itu membekas, ia pasti akan mogok makan.&#8221;</p>
<p>Nah, kalau sudah begitu, apa yang harus kita lakukan? &#8220;Ubah sikap! Jadikan suasana makan menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan. Tak perlu marah-marah atau tergesa-gesa menuntut anak makan cepat. Bersikaplah santai dan tenang saat mendampinginya.&#8221; Ibu pun tak usah buru-buru membantu anak bila si kecil belum juga berhasil memasukkan makanan ke dalam mulutnya gara-gara selalu tumpah. &#8220;Kalau ia sudah capek atau bosan, baru kita bantu. Ini penting untuk melatih kemandiriannya.&#8221;</p>
<p>Di saat mendampingi si kecil belajar makan, ibu bisa bercerita tentang makanan yang disantap anak. Misalnya, &#8220;Kamu tahu, nggak, daging di sup yang kamu makan itu, namanya daging ayam. Ayam kakinya ada dua. Ayo, kamu bisa tidak menirukan bunyi ayam jago?&#8221;</p>
<p>Yang juga patut diperhatikan, porsi makanan sebaiknya diberikan sedikit demi sedikit. &#8220;Kalau terlalu banyak, saat ia merasa bosan, makanan itu cenderung dibuat main. Jika itu yang terjadi, sebaiknya segera singkirkan makanan itu karena rasanya pun sudah tak enak. Kita saja yang dewasa jika makan terlalu lama dan sudah menjadi dingin, sudah tak berselera lagi. Nah, si kecil pun merasakan hal yang sama.&#8221;</p>
<p>Atau, seperti dikatakan <strong>dr. Lindarsih Notowidjojo, M. Nutr. Sc</strong>, dari RS Siloam Gleneagles, Tangerang, mungkin orangtua lupa mengurangi jumlah susu untuk si kecil. &#8220;Semasa bayi, anak memang mengkonsumsi susu lebih besar dibanding makanan lainnya. Nah, saat ia batita, bisa jadi orangtua masih memberi porsi susu sebanyak dulu sehingga perutnya terlalu kenyang untuk makan makanan lainnya.&#8221;</p>
<p>Lindarsih juga menyarankan agar saat pemberian susu diatur jaraknya agar tak terlalu dekat dengan waktu makan. &#8220;Kalau jam 11 ia diberi susu lalu jam 12 harus makan, tentu saja ia masih kenyang. Apalagi, lambungnya, kan, masih kecil.&#8221; Karena itulah, porsi makan juga harus diatur. &#8220;Sedikit demi sedikit. Kalau dalam tiga hari berturut-turut anak tak mampu menghabiskan makannya, lebih baik kurangi porsinya pada hari keempat. Jika ia sanggup menghabisinya, bisa ditawari untuk menambah.&#8221;</p>
<p>Jika si kecil tak juga mau menghabiskan makanannya, jangan buru-buru menggantinya dengan susu dalam jumlah yang banyak. Tetapi teliti dahulu kemungkinan penyebabnya. &#8220;Ada, kan, ibu yang khawatir anaknya kelaparan karena tak mau makan. Jadi, si kecil diberi susu banyak-banyak. Meski susu itu lengkap komposisinya, tetap tak cukup karena si kecil sudah memerlukan kalori yang tinggi demi bekal pertumbuhan otak dan badannya. Jadi, ia harus tetap diberi makanan padat.&#8221;</p>
<p>CARI TAHU PENYEBABNYA</p>
<p>Mengenalkan makanan pun, misalnya buah, sebaiknya jangan langsung satu buah. Berikan seiris dulu, yang penting ia mengenal rasa dan tahu cara memakannya. Baru kemudian ditambah secara bertahap. Jangan pula berpikir si kecil tak punya rasa dan tak memiliki perasaan akan keindahan. Bubur yang dibuat asal saja, berbau amis, jelek penampilannya, akan mengurangi selera si anak.</p>
<p>Berikan pula padanya kebebasan untuk memilih makanan yang hendak disantapnya. &#8220;Hal ini sering dilupakan orangtua karena menganggap makanan yang sehat untuk anak adalah menu itu. Alhasil, hanya makanan itu yang terus dimasak ibu.&#8221;</p>
<p>Selain itu, ibu juga harus pandai memvariasikan makanan anak. &#8220;Kita saja yang dewasa akan bosan kalau diberi makanan yang itu-itu juga. Makanan pun sebaiknya disajikan dengan indah dan menarik, sehingga ia merasa, makan bukan sesuatu yang membuat ia stres.&#8221;</p>
<p>Pandai-pandailah pula memilah makanan mana yang bisa ia sendok sendiri dan mana yang harus disuapi. &#8220;Misalnya ikan. Kalau ia yang pegang, akan tumpah ke mana-mana dan amis. Jadi, lebih baik kita suapi sementara ia menyendokkan sendiri nasi ke mulutnya.&#8221;</p>
<p>Jika si kecil menghabiskan waktu terlalu lama untuk menyantap makanannya, cobalah cari tahu penyebabnya. &#8220;Mungkin makanannya terlalu keras sehingga susah ditelan. Bisa juga karena ia tak suka makanan berkuah. Bisa, kan, sayurannya ditaruh di piring si anak dan kuahnya dipisah dalam mangkuk sehingga ia semangat melahapnya.&#8221;</p>
<p>Tak seperti yang kita bayangkan, ternyata anak amat menikmati saat-saat makan bersama anggota keluarga lainnya. &#8220;Ini bisa kita jadikan kebiasaan untuk mengikutkan ia pada kegiatan makan bersama. Masalahnya, jam makan si kecil biasanya berbeda. Nah, sesekali, yang tua mengalah, sehingga sekeluarga bisa makan bersama.&#8221;</p>
<p><a href="http://tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Anak/Mengajari-Si-Kecil-Makan-Sendiri" target="_blank">sumber</a></p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/cara-menyenangkan-mengajari-anak-makan-sendiri.html" title="cara agar anak mau makan sendiri">cara agar anak mau makan sendiri</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/cara-menyenangkan-mengajari-anak-makan-sendiri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Terbaru Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Apr 2010 06:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik anak]]></category>
		<category><![CDATA[mendidik dalam kandungan]]></category>
		<category><![CDATA[tips bayi cerdas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[Kapankah anda mulai mendidik anak-anak kita ? Waktu dia baru lahir, waktu dia sudah bisa berbicara, atau waktu dia sudah mulai sekolah ? Kalau salah satu pilihan adalah jawaban Anda, maka Anda telah melewatkan waktu yang lama. Menurut penelitian ilmiah &#8230; <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kapankah anda mulai mendidik anak-anak kita ? Waktu dia baru lahir, waktu dia sudah bisa berbicara, atau waktu dia sudah mulai sekolah ? Kalau salah satu pilihan adalah jawaban Anda, maka Anda telah melewatkan waktu yang lama.<span id="more-596"></span></p>
<p>Menurut penelitian ilmiah terbaru, anak-anak dapat dididik sejak masih dalam kandungan. Waktu di kandungan, otak dan indra pendengaran anak sudah mulai berkembang. Emosi dan kejiwaan ibu, rangsangan suara yang terjadi di sekitar ibu, makanan yang dikonsumsi Ibu akan sangat mempengaruhi perkembangan otak anak di dalam kandungan.</p>
<p>Ibu hamil yang stress biasanya akan melahirkan anak-anak yang bermasalah. Demikian juga asupan gizi ibu hamil yang tidak memadai akan berpengaruh terhadap perkembangan otak janin.</p>
<p>Tentunya kita semua sering mendengar tentang bagaimana memperdengarkan suara/musik tertentu (musik klasik) akan berpengaruh terhadap kecerdasan anak sejak dalam kandungan.  Hal ini dapat dimengerti karena musik dengan irama tertentu dapat menstimulasi otak anak. (Tahukah Anda bahwa indra pendengaran pada janin sudah mulai berkembang sejak usia kehamilan sekitar 5 bulan).</p>
<p>Dalam agama Islam, bahkan mendidik anak dimulai sejak Anda memilih pasangan hidup Anda. Bagaimana bisa? Ya, karena memilih pasangan hidup berarti Anda memilih mau seperti apa anak Anda, bagaimana Ayah/Ibu yang akan mendidiknya, atau bahkan kemungkinan sifat atau kepandaian seperti apa yang akan dimiliki anak Anda.</p>
<p>Nah, kalau Anda tidak mau terlambat, mulailah mendidik anak Anda sejak sebelum dia lahir. Berikut beberapa tips mendidik anak sejak dia belum dilahirkan.</p>
<ol>
<li>Harapan orang tua terhadap kelahiran anak sangatlah berpengaruh terhadap kejiwaan anak Anda. Anak yang diharapkan orang tuanya akan merasa nyaman dengan dirinya, sedangkan mereka yang tidak diharapkan orang tuanya, apalagi jika ibunya pernah mencoba menggugurkannya, akan merasa ditolak dan tidak merasa nyaman dengan dirinya. Janganlah merasa terpaksa menerima kehadirannya.</li>
<li>Emosi ibu akan sangat berpengaruh terhadap emosi anak yang akan lahir nantinya. Para calon ibu,  jika Anda ingin melahirkan anak yang pandai, kuat, mandiri, janganlah gampang mengeluh atau manja terhadap pasangan atau keluarga Anda.  Anda tentu tidak ingin anak Anda gampang putus asa dan gampang mengeluh, kan ? Selalu berpikir positif dan berperanglah terhadap emosi Anda sendiri. Ibu yang kuat akan melahirkan anak-anak yang kuat.</li>
<li>Bagi para calon Bapak dan keluarga ibu lainnya, jagalah emosi para calon ibu. Pertengkaran dan  kekecewaan akan berpengaruh terhadap emosi calon anak Anda.</li>
<li>Janganlah memperdengarkan musik-musik/suara-suara keras seperti musik rock, gemuruh mesin industri dll. Karena hal tersebut akan menggelisahkan calon bayi Anda.</li>
<li>Stimulasi kandungan anda dengan elusan dan tepukan halus. JIka si janin mulai menendang perut Anda, balaslah dengan tepukan halus di tempat dia menendang. Hal ini akan mengajarkan kepadanya bahwa setiap tindakannya akan memberikan respon dari ibunya.</li>
<li>Ajaklah bicara calon bayi Anda sejak awal, tidak ada kata  terlalu cepat. Jika indra pendengarannya sudah mulai berkembang, berarti suara Anda pun sudah bisa dia dengar.</li>
<li>Perbanyak ibadah dan mengaji, alunan suara ibu yang sedang mengaji akan menstimulasi dan menenangkan calon bayi Anda.</li>
<li>Konsumsilah makanan yang halal, bergizi dan berprotein tinggi. Hindari makanan haram, makanan junk food, makanan instan, kopi, dan merokok (baik aktif/pasif).</li>
<li>Bagi Anda yang belum berkeluarga, pertimbangkan dengan cermat calon pasangan hidup Anda, seperti apa dia dibesarkan dan dididik, karena biasanya akan seperti itu pula dia akan membesarkan calon Anak Anda. Cara termudah adalah dengan mengamati saudara-saudaranya (calon ipar Anda), bagaimana mereka sekarang adalah sedikit banyak karena didikan orang tuanya.</li>
</ol>
<p>Mungkin masih banyak cara lain yang ada. Tetapi itulah antara lain yang saya lakukan sejak kehamilan saya yang pertama.</p>
<p><a href="http://wiwinjournal.com/wiwinjournal/di-kandungan/tips-mendidik-anak-sejak-di-kandungan/" target="_blank">sumber</a></p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="mendidik anak sejak dalam kandungan">mendidik anak sejak dalam kandungan</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="mendidik anak dalam kandungan secara islami">mendidik anak dalam kandungan secara islami</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="pendidikan anak sejak dalam kandungan">pendidikan anak sejak dalam kandungan</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="mendidik anak sejak dalam kandungan menurut islam">mendidik anak sejak dalam kandungan menurut islam</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="cara mendidik anak sejak dalam kandungan">cara mendidik anak sejak dalam kandungan</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="pendidikan anak sejak dalam kandungan secara islami">pendidikan anak sejak dalam kandungan secara islami</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="mendidik anak secara islam sejak dalam kandungan">mendidik anak secara islam sejak dalam kandungan</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="mendidik anak dalam kandungan menurut islam">mendidik anak dalam kandungan menurut islam</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="mendidik anak dari kehamilan">mendidik anak dari kehamilan</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="mendidik anak sejak dalam kandungan secara islami">mendidik anak sejak dalam kandungan secara islami</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="mendidik anak sejak dalam kandungan secara islami terbaru">mendidik anak sejak dalam kandungan secara islami terbaru</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="mendidik anak semenjak dalam kandungan">mendidik anak semenjak dalam kandungan</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="mendidik bayi lahir dlam islam">mendidik bayi lahir dlam islam</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="mendidik janin">mendidik janin</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="pendidikan anak dalam kandungan menurut islam">pendidikan anak dalam kandungan menurut islam</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="perkembangan anak dalam janin ibu">perkembangan anak dalam janin ibu</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="tipa anak cerdas sejak dalam kandungan">tipa anak cerdas sejak dalam kandungan</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="tips bayi pintar sejak dalam kandungan">tips bayi pintar sejak dalam kandungan</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="tips mendidik anak sejak dalam kandungan">tips mendidik anak sejak dalam kandungan</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html" title="bagaimana menstimulasi otak anak dalam kandungan">bagaimana menstimulasi otak anak dalam kandungan</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-terbaru-mendidik-anak-sejak-dalam-kandungan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Meredam Emosi Anak dengan Cepat dan Menyenangkan</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-meredam-emosi-anak-cepat-menyenangkan.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-meredam-emosi-anak-cepat-menyenangkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 00:21:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak marah]]></category>
		<category><![CDATA[emosi anak]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[seputar anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[Jika emosinya sedang bergejolak,seorang anak tidak dapat menerima nasehat, Hibernian, atau kritik dari siapa pun juga. Ia hanya ingin kita memahami situasinya. Ia hanya menghendaki kita mengerti apa yang sedang mendidih dalam hatinya. (Dr. Haim G. Ginott, Memesrakan hubungan Anda &#8230; <a href="http://tipsoke.com/tips-meredam-emosi-anak-cepat-menyenangkan.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika emosinya sedang bergejolak,seorang anak tidak dapat menerima nasehat, Hibernian, atau kritik dari siapa pun juga. Ia hanya ingin kita memahami situasinya. Ia hanya menghendaki kita mengerti apa yang sedang mendidih dalam hatinya.<br />
(Dr. Haim G. Ginott, Memesrakan hubungan Anda dengan Anak Anda, P.T. Gramedia, 1977)<span id="more-562"></span></p>
<p>Ulasan</p>
<p>Sangat tidak mudah memang, menunggu emosi anak mereda karena kita, orang dewasa, terkadang ikut terseret arus emosi si anak. Sementara di sini lain seolah-olah kita sudah mengetahui bagaimana penyelesaian masalah yang terbaik bagi si anak.</p>
<p>Anak yang melonjak-lonjak gembira akan membuat kita senang. Padahal kita tahu bahwa jika tidak hati-hati, lonjakan-lonjakan tersebut akan membahayakan si anak yang sedang berdiri di dekat vas bunga.</p>
<p>Anak yang menangis menyayat hati akan membuat kita seperti teriris-iris. Padahal kita tahu bahwa tangisan tidak akan menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh si anak.</p>
<p>Anak yang berteriak-teriak marah akan membuat kita pun terpancing untuk menggunakan nada yang lebih tinggi agar si anak mendengar. Padahal kita tahu persis bahwa teriakan-teriakan tersebut justru membuat suasana menjadi tambah keruh.</p>
<p>Sangat tidak mudah, memang, untuk menahan emosi yang sedang bergejolak.</p>
<p>Namun, jika kita, orang yang dikatakan telah dewasa, berhasil menahan diri dan menunjukkan bahwa apa pun yang terjadi, masalah apa pun yang dihadapi si anak, kita akan tetap menyayangi dan menerima mereka apa adanya, maka emosi anak akan mereda dengan sendirinya.</p>
<p>Bagaimana caranya? Menahan diri dan menunjukkan cinta yang tak bersyarat itu? Mudah saja, jika kita sudah terbiasa. Kami akan berbagi mengenai proses yang dilakukan oleh para pembimbing di Bintang Bangsaku jika menghadapi anak yang sedang dilanda turbulensi emosi, terutama marah maupun sedih.</p>
<p>Pertama, ambil posisi di mana mata kita sejajar dengan mata mereka. Lebih baik jika kita duduk, bukannya mengangkat si anak. Dengan duduk, kita masih memberi ruang bagi anak untuk mengekspresikan emosinya. Sementara dengan mengangkatnya, kita “memenjarakan” si anak.</p>
<p>Ke dua, ketika anak masih meluap-luap emosinya, pandang dengan lembut sembari menarik nafas untuk menenangkan diri sendiri. Usahakan agar terjadi kontak mata, tanpa memaksa si anak untuk memandang kita. Katakan kalimat berikut berulangkali dengan lembut “Kakak tahu, kamu marah/sedih, karena …………………… Kakak juga akan marah/sedih kalau mengalami hal yang sama”</p>
<p>Katakan kalimat yang sama terus menerus.  Sesekali tambahkan “Kakak sedih kalau lihat kamu marah/sedih”</p>
<p>Jika anak marah/sedih karena menuntut sesuatu, tambahkan “Kakak tahu kamu marah/sedih karena tidak dapat ……………………. Tetapi, walaupun kamu marah/sedih, kamu tidak akan dapat ………………………. karena menurut kakak jika …………………… (sebutkan alasan mengapa si anak tidak memperoleh keinginannya)</p>
<p>Hitung dalam hati, 1 sampai dengan 10, lalu katakan “Kalau kamu sudah tidak marah/sedih, kita akan bicara. Kita cari penyelesaiannya. Kita tidak bisa bicara kalau kamu masih marah/sedih.”</p>
<p>Hitung kembali dalam hati, setiap di hitungan ke 10, katakan hal yang sama.  Jangan lupa untuk selalu melakukan kontak mata.</p>
<p>Jika ia sudah tampak mereda, posisikan tangan seolah-olah meminta si anak mendekat. Sembari berkata “Kakak sedih lihat kamu marah/sedih. Kakak akan tunggu sampai kamu tidak lagi marah/sedih. Kita akan bicara”.</p>
<p>Jika proses di atas dilakukan dengan benar, anak akan mendekat dengan sendirinya dan meminta untuk dipangku. Pada saat inilah kita berdiskusi.</p>
<p>Selama proses peredaan emosi tersebut, kakak pembimbing sama sekali tidak melakukan perlawanan dan menghindar jika digigit/dipukul/dicubit/dijambak/ditendang oleh si anak. Hanya mengatakan “Sakit kalau dipukul/dicubit/dijambak/ditendang”. Jika memang gigitan/pukulan/cubitan/jambakan/tendangan terasa membahayakan, biasanya pembimbing tidak gerakan menghindar, tetapi bertahan.</p>
<p>Selama proses tersebut, pembimbing juga tidak pernah menggunakan intonasi yang tinggi. Justru intonasi yang datar dengan suara yang lirih, seolah-olah hanya dapat didengar oleh 2 orang.</p>
<p>Proses anak meluapkan emosinya sampai reda terkadang menghabiskan waktu yang lama, bisa lebih dari 15 menit. Proses yang sebenarnya melelahkan bagi kedua belah pihak, sehingga terkadang anak tertidur ketika kemarahan atau kesedihannya mereda dan membuat kita lemas.</p>
<p>Proses yang harus ditempuh, jika kita menginginkan yang terbaik untuk anak.  Selamat mencoba.</p>
<p>Yanti D.P.</p>
<p><a href="www.bintangbangsaku.com" target="_blank"><em>sumber</em></a></p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/tips-meredam-emosi-anak-cepat-menyenangkan.html" title="tips meredam emosi">tips meredam emosi</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-meredam-emosi-anak-cepat-menyenangkan.html" title="kenapa anak cepat emosi">kenapa anak cepat emosi</a>, <a href="http://tipsoke.com/tips-meredam-emosi-anak-cepat-menyenangkan.html" title="kiat kiat meredam emosi anak">kiat kiat meredam emosi anak</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-meredam-emosi-anak-cepat-menyenangkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Menyiapkan Gadis Kecil Anda untuk Haid Pertamanya</title>
		<link>http://tipsoke.com/tips-menyiapkan-gadis-kecil-untuk-haid-pertamanya.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/tips-menyiapkan-gadis-kecil-untuk-haid-pertamanya.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 23:55:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[seputar anak abg]]></category>
		<category><![CDATA[seputar haid pertama]]></category>
		<category><![CDATA[tips anak abg]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=541</guid>
		<description><![CDATA[Gadis kecil Anda sudah mulai beranjak dewasa. Teman-teman sebayanya pun mulai mendapatkan haid pertamanya. Bagaimana Anda bisa tahu teman-temannya sudah mendapatkan haid? Ya&#8230; Suatu hari anak gadis Anda bertanya pada Anda apa yang harus dia lakukan jika haid pertamanya datang. &#8230; <a href="http://tipsoke.com/tips-menyiapkan-gadis-kecil-untuk-haid-pertamanya.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gadis kecil Anda sudah mulai beranjak dewasa. Teman-teman sebayanya pun mulai mendapatkan haid pertamanya. Bagaimana Anda bisa tahu teman-temannya sudah mendapatkan haid? Ya&#8230; Suatu hari anak gadis Anda bertanya pada Anda apa yang harus dia lakukan jika haid pertamanya datang. Dan mungkin saja pengalaman pertamanya itu akan diperolehnya saat berada di sekolah.  <span id="more-541"></span></p>
<p>Tentu saja, sudah menjadi kewajiban Anda untuk membimbingnya agar ia mengerti apa yang harus ia lakukan ketika itu terjadi. Mari kerahkan kemampuan Anda untuk menjelaskannya!</p>
<p>Kurangi kekhawatiran gadis kecil Anda mengenai haid pertamanya dengan menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk itu. Berikan padanya sebuah dompet kecil yang berisi pembalut, tisu serta handuk kecil, lengkapi dengan sebotol kecil sabun cair dan pakaian dalam cadangan.</p>
<p>Pastikan ia membawa dompet kecil tersebut di dalam tas sekolahnya, atau letakkan di loker sekolahnya jika masing-masing siswa memiliki satu loker. Jelaskan pada mereka bagaimana cara menggunakan pembalut dan apa kegunaannya. Pastikan mereka mencoba memasangnya sendiri secara benar sehingga pakaian mereka tidak menghasilkan &#8220;bendera merah&#8221; nantinya.</p>
<p>Katakan pada mereka bahwa hal ini akan dialami setiap wanita dan wajar terjadi. Dengan memberi penjelasan, mereka tidak akan mengalami syok saat terjadi &#8220;perdarahan&#8221; di bawah sana. Jangan lupa untuk menjelaskan pada mereka bahwa kram perut bisa saja mereka alami. Untuk itu, pastikan mereka mengatakan pada Anda apa yang mereka rasakan saat mendapatkan haid sehingga mereka mempunyai teman untuk berbagi &#8220;rahasia kecil&#8221; wanita ini.</p>
<p>Ingatkan mereka tentang kemungkinan haid gadis kecil Anda datang saat dia berada di sekolah dan dia lupa membawa perlengkapan &#8220;perang&#8221;nya atau bahkan noda haid tembus ke seragamnya. Beritahukan padanya untuk tidak panik dan malu untuk membicarakan hal ini kepada guru mereka. Yakinkan mereka bahwa guru di sekolah akan membantu dia untuk mengatasi masalah ini, sehingga jangan segan untuk meminta bantuannya atau bila gadis kecil Anda terlalu malu untuk itu. Pastikan Anda siap untuk dipanggil olehnya, beritahukan padanya bahwa Anda siap bersamanya jika memang perlu.</p>
<p>Kalau sampai ia harus berganti seragam dan ia takut ditanya oleh teman-temannya, buatlah ia percaya diri dengan meyakinkannya bahwa jika ia terlalu malu untuk mengatakan pada temannya alasan ia berganti seragam. Tidak usah segan untuk menyatakan bahwa pakaiannya tadi terkena sesuatu dan kotor sekarang. Ingatkan padanya bahwa haid merupakan masalah pribadi dan tidak apa-apa jika ia tidak merasa nyaman untuk membicarakannya dengan teman &#8211; temannya mengenai insiden kecil itu.</p>
<p>Semoga hal ini bisa membantu Anda menyiapkan gadis kecil Anda menjadi seorang remaja. Tak terasa bukan bahwa ia sudah menjelang remaja? Memang hari-hari bisa berlalu sangat cepat.</p>
<p>dr.Intan Airlina Febiliawanti via <a href="http://kompas.com" target="_blank"><em>kompas.com</em></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/tips-menyiapkan-gadis-kecil-untuk-haid-pertamanya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menghilangkan Rasa Mual Saat Hamil</title>
		<link>http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 23:08:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[seputar kehamilan]]></category>
		<category><![CDATA[tips mual hamil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[Sering terjadi kendala yang kerap dihadapi oleh para ibu hamil adalah rasa mual yang kadang sulit diatasi. Setiap ibupun mengalami &#8221; jadwal mual&#8221; yang berbeda beda, ada yang hanya pagi hari, hanya dimalam hari, atau bahkan merasa mual sepanjang hari. &#8230; <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sering terjadi kendala yang kerap dihadapi oleh para ibu hamil adalah rasa mual yang kadang sulit diatasi. Setiap ibupun mengalami &#8221; jadwal mual&#8221; yang berbeda beda, ada yang hanya pagi hari, hanya dimalam hari, atau bahkan merasa mual sepanjang hari. <span id="more-519"></span></p>
<p>Meski mual sudah menjadi bagian dalam proses kehamilan, bukan berarti hal tersebut tidak dapat disiasati. Oleh karena itu, tak ada salahnya menyimak beberapa tips berikut ini:</p>
<ol style="list-style-type: decimal;">
<li>Rasa mual pada pagi hari ketika kadar gula rendah, oleh karena itu makanlah roti atau biscuit sebelum mengangkat kepala dari bantal untuk menaikan kadar guladalam darah.</li>
<li>Saat sedang sikat gigi, jangan menggunakan pasta gigi terlalu banyak. Bila perlu,gunakan pasta gigi yang memiliki rasa mint untuk mengurangi rasa mual. Setelah itu berkumurlah dengan air hangat.</li>
<li>Konsumsilah makan yang mengandung karbohidrat tinggi.</li>
<li>Kurangi makanan berlemak dan susu murni, keju keras, dan telur dalam diet.</li>
<li>Kunyahlah biscuit kering antara waktu makan agar lambung tidak kosong.</li>
<li>Hindari ruang sesak, panas dan bau bauan yang menyengat.</li>
<li>Konsultasi dengan dokter mengena obat anti mual yang aman dikonsumsi.</li>
</ol>
<p><a href="http://detik.com" target="_blank"><em>detik.com</em></a></p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="cara menghilangkan rasa mual saat hamil">cara menghilangkan rasa mual saat hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="tips menghilangkan mual saat hamil">tips menghilangkan mual saat hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="cara mengurangi rasa mual saat hamil">cara mengurangi rasa mual saat hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="jerawat saat hamil">jerawat saat hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="hilangkan mual saat hamil">hilangkan mual saat hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="cara ngilangin mual pada saat hamil">cara ngilangin mual pada saat hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="menghilangkan mual hamil">menghilangkan mual hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="rasa mual saat hamil">rasa mual saat hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="cara menghilangkan rasa mual">cara menghilangkan rasa mual</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="cara menghilangkan mual saat hamil">cara menghilangkan mual saat hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="tips menghilangan mual hamil">tips menghilangan mual hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="Tips menghilangkan rasa mual ketika hamil">Tips menghilangkan rasa mual ketika hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="tips menghilangkan rasa mual saat hamil">tips menghilangkan rasa mual saat hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="obat menghilangkan rasa mual">obat menghilangkan rasa mual</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="obat menghilagkan rasa mual">obat menghilagkan rasa mual</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="mual dimalam hari">mual dimalam hari</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="menghilangkan mual pada saat hamil">menghilangkan mual pada saat hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="obat mnghilangkan rasa mual">obat mnghilangkan rasa mual</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="obat penghilang mual saat hamil">obat penghilang mual saat hamil</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html" title="penghilang mual untuk ibu hamil">penghilang mual untuk ibu hamil</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/cara-menghilangkan-rasa-mual-hamil.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Jitu Mengajari Anak Menulis Sejak Dini</title>
		<link>http://tipsoke.com/cara-jitu-mengajari-anak-menulis-sejak-dini.html</link>
		<comments>http://tipsoke.com/cara-jitu-mengajari-anak-menulis-sejak-dini.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 23:27:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jeng Titi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[mengajari anak menulis]]></category>
		<category><![CDATA[tips mengajari anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tipsoke.com/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Mengajarkan anak menulis sejak dini adalah penting sebagai tonggak batu proses belajar pada usia selanjutnya. Pembentukan keterampilan menulis pada usia dini, anak akan memiliki karakter yang positif. Pengaruhnya, anak akan memiliki kebiasaan positif pula dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari. Kenapa? Menulis &#8230; <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-mengajari-anak-menulis-sejak-dini.html">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengajarkan anak menulis sejak dini adalah penting sebagai tonggak batu proses belajar pada usia selanjutnya. Pembentukan keterampilan menulis pada usia dini, anak akan memiliki karakter yang positif. Pengaruhnya, anak akan memiliki kebiasaan positif pula dalam menjalani aktivitasnya sehari-hari.<span id="more-511"></span></p>
<p>Kenapa? Menulis adalah kegiatan yang membutuhkan ketelatenan, kerapian, dan konsistensi. Dengan berlatih menulis, terutama susunan huruf dan kata, baik besar (vokal), kecil maupun tegak bersambung, otomatis ketiga hal tadi akan menyerap dalam karakter si anak, yaitu ketelatenan, kerapian, dan konsistensi.</p>
<p>Dengan demikian, menulis tidak hanya sekadar suatu keterampilan semata yang harus dikuasai oleh setiap orang agar mampu membaca dan menulis dengan baik. Akan tetapi, menulis bisa menjadi cermin yang kuat dalam pantulan karakter seseorang. Oleh sebab itu, tidak aneh ada ilmu grafologi. Yaitu ilmu yang membaca karakter seseorang melalui tulisan tangan yang dibuatnya sendiri.<strong></strong></p>
<p><strong>Nah, bagaimanakah agar anak Anda bisa menulis dengan rapi dan benar? </strong></p>
<p>Tentunya harus diajarkan dan diarahkan secara serius bagaimana menulis dengan rapi dan benar tersebut<br />
berikan contoh-contoh huruf besar, kecil, dan tegak bersambung, Sediakan buku latihan menulis untuk setiap huruf, bantu anak dengan cara menjelaskan teknik penulisannya. Pada setiap huruf berikanlah contoh kata yang sesuai dengan bunyi huruf awal huruf pada lembar latihan masing-masing dan merangkai huruf. Agar lebih menarik berikan gambar yang bisa di warnai anak.</p>
<p><a href="http://www.tipstrik.com" target="_blank"><em>www.tipstrik.com</em></a></p>
<h4>Kata Kunci: </h4><a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-mengajari-anak-menulis-sejak-dini.html" title="bagaimana mengajari anak menulis">bagaimana mengajari anak menulis</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-mengajari-anak-menulis-sejak-dini.html" title="cara jitu anak menulis">cara jitu anak menulis</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-mengajari-anak-menulis-sejak-dini.html" title="cara mengajari anak menulis usia dini">cara mengajari anak menulis usia dini</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-mengajari-anak-menulis-sejak-dini.html" title="cara mengajari menulis tegak bersambung">cara mengajari menulis tegak bersambung</a>, <a href="http://tipsoke.com/cara-jitu-mengajari-anak-menulis-sejak-dini.html" title="tips mengajarkan anak menulis tegak bersambung">tips mengajarkan anak menulis tegak bersambung</a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://tipsoke.com/cara-jitu-mengajari-anak-menulis-sejak-dini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

