Cara Menghadapi Suami yang Pemarah dengan Mudah

Masalah :

Yth Bu Dea, suami saya pemarah, bagaimana menghadapi dan mencegah kemarahannya Bu?

(Mama Edo – 0813648XXXX)

Jawaban :

Bagaimanapun juga, situasi kemarahan memang membuat siapapun menjadi tidak nyaman. Demikian juga yang Mama Edo alami, bagaimana suasana takut, bingung, frustasi dan lelah itu selalu membayangi setiap keputusan yang hendak diambil. Sebenarnya kemarahan merupakan emosi yang alami, yang dirasakan oleh manusia dan diekspresikan dalam berbagai perilaku. namun, pasangan Mama Edo mungkin tipe pemarah dengan ekspresi yang meledak-ledak.

Pemicu kemarahan bisa hal-hal yang biasa, tetapi dalam kondisi yang stres, individu bisa menjadikannya sebagai alasan marah besar. Bahkan bisa juga pemicunya adalah respon terhadap masalah yang sudah lewat. Sehingga ditujukannya bukan pada khusus seseorang, namun diekspresikan pada orang yang kebetulan ada di dekatnya. Pada masalah Mama Edo, disarankan untuk meredakan amarah atau mengurangi kebiasaan marah saat menghadapi masalah.

Dan kekerasan maupun ancaman kekerasan tidak pernah dibenarkan di dalam suatu hubungan. Bila argumentasi selalu agresif atau Mama Edo selalu menghindari konflik karena sebenarnya takut tak dapat mengendalikan diri maka memang harus segera mencari bantuan. Menenangkan kemarahan, bukan dengan kemarahan juga, tetapi kuncinya justru kita yang ”waras” harus lebih tenang dan sabar.

Cobalah untuk mengenali perasaan suami, saat tenang atau sedang dalam kemarahan. Mintalah untuk mengungkapkan perasaannya, ini bisa membantu suami tidak ”meledak”. Berusahalah untuk menjadi pendengar, jangan di ”cuekin”. Tunjukkan kontak mata, mengangguk supaya dia tahu bahwa kita berusaha menyimak kemarahannya. Ucapkan sesuatu untuk memperlihatkan pada pasangan bahwa kita mengerti dan ada kemungkinan ingin berdamai.

Misalnya, anda dapat meminta maaf bila memang seharusnya demikian atau mengenali apa yang menyebabkan kemarahannya. Atau dapat juga memperlihatkan perasaan ikut menyesal untuk sesuatu yang telah terjadi walaupun hal tersebut di luar kendali dan dapat menawarkan kompromi. Saat kemarahan sedang berlangsung, carilah waktu sela dimana kita bisa menyela sejenak untuk memberikan penjelasan.

Cukup mengatakan poin dan tetap fokus pada masalahnya. Lakukan misalnya dengan mengatakan: ”Saya tahu kamu marah, tetapi saya tetap harus memberikannya” atau ”Saya sudah melakukan yang kamu katakan, namun tidak berhasil, sehingga saya menggunakan cara saya,  maaf kalau kamu tidak berkenan, itu sudah terjadi, kita bisa bicarakan untuk kedepannya”.Inti  mengelola kemarahan adalah dengan menghindarinya.

Tindakan preventif dan pencegahan menjadi poin untuk tidak terulang kembali. Saling mengenal karakter, apa yang disuka dan tidak disukai akan mengurangi masalah yang timbul. Berdua, bisa membicarakan strategi marah saat ”adem ayem”. Jika ada iritasi dengan pasangan, praktekkan ketrampilan berkomunikasi yang efektif dan atasi sebelum salah satu dari kita meledak.

Artinya, berdua mengevaluasi penyebab kemarahan, ekspresi marah masing-masing dan harapan bagaimana seharusnya, perlu dibicarakan secara serius saat semua dalam keadaan tenang, damai.  Terakhir, kenalilah masalah-masalah yang biasa muncul sebagai alasan kemarahan, ketahuilah apa yang menjadi harapan dari pasangan, dan coba pelajari bagaimana menyiasati bersama cara mengungkapkan kemarahan.

Bibiana Dyah Sucahyani

Sumber : Batam Pos

Kata Kunci:

menghadapi suami pemarah, cara menghadapi suami pemarah, suami pemarah, mengatasi suami pemarah, cara mengatasi suami pemarah, cara menghadapi suami yang pemarah, tips menghadapi suami pemarah, menghadapi suami yang pemarah, www cara menghadapi suami pemarah, cara mengendalikan suami yang pemarah, cara menghadapi suami yang cepat emosi, cara menghadapi orang yang pemarah, cara mengatasi suami yang pemarah, cara mengatasi suami yang gampang marah, suami yg pemarah, suamiku pemarah, Menghadapi suami yg pemarah, bagaimana menghadapi suami pemarah, bgmn menghadapi suami yg pemarah, mengatasi suami yg pemarah
This entry was posted in Tips Suami Istri and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>